BANDUNG BARAT, jurnalpolisi.id
Dalam rangka pelepasan peserta didik akhir dan kenaikan kelas, suasana haru bercampur bangga datang menyelimuti Sekolah Luar Biasa (SLB) Ngamprah Raya di acara Pergelaran Pentas Seni.
Pada momen yang penuh dengan kebahagiaan itu, masing-masing murid berkesempatan menunjukkan skill kemampuan dan keterampilannya di pentas seni yang sudah disiapkan. Tak sedikit tamu undangan yang hadir sebelumnya menilai, perasaan gugup dan canggung sedikit banyaknya pasti akan mengganggu para murid saat beraksi.
Namun asumsi tersebut seketika terbantahkan, ketika acara dimulai dari penampilan seni tari tradisional. Tak disangka-sangka, murid yang tampil di seni tari tradisional malah tampak asik mendengarkan setiap alunan musik, yang membuat gerakan tubuhnya seirama.
Kemudian, acara disambung dengan pembacaan puisi yang menyentuh hati. Tanpa terlihat ragu, murid yang mengisi acara pada pembacaan puisi itu pun menjawab kontan dengan aksinya yang sangat memukau.
Selain itu, acara dilanjutkan dengan keterampilan memainkan alat musik. Pada aksi ini, murid yang mengisi acara tersebut tak kalah penampilannya dihadapan tamu undangan yang hadir. Dengan penuh percaya diri, dia menunjukkan kemahirannya bermain musik.
Kendati demikian, ilmu, pengetahuan, keahlian, keterampilan yang didapatkan oleh peserta didik, ditambah terbentuknya karakter yang berbudi pekerti luhur, tak lepas dari peran kasih sayang dan sabarnya para pahlawan tanpa tanda jasa dalam proses belajar mengajar di SLB Ngamprah Raya. Dan tak kalah penting, suksesnya satuan pendidikan serta berhasilnya para guru juga tak bisa lepas dari sosok figur seorang pemimpin, yaitu Kepala sekolah.
Diketahui bersama, pergelaran pentas seni yang berlangsung meriah dan penuh khidmat ini, turut dihadiri oleh Kepala sekolah SLB Ngamprah Raya, para guru, orangtua murid, komite sekolah, serta tamu undangan.

Pada kesempatan kali ini, Kepala Sekolah SLB Ngamprah Arief Rakhman, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses belajar mengajar, terutama para guru dan orangtua murid.
“Hari ini kita melihat bukti nyata, bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Lewat pentas seni ini, anak-anak kita menunjukkan potensi, keberanian, dan rasa percaya diri yang luar biasa,” ujarnya Selasa (23/6/2026).
Menurut Arief Rakhman, acara pelepasan dan kenaikan kelas ini bukanlah akhir perjuangan bagi peserta didik, melainkan gerbang awal untuk mereka terus tumbuh dan berkembang di masyarakat.
Menampilkan Kreativitas Tanpa Batas
Setiap tepuk tangan dari penonton pada acara yang diselenggarakan menjadi suntikan semangat bagi para peserta didik yang tampil di atas panggung. Sekaligus, tampak banyak orangtua murid yang tidak dapat membendung air mata haru melihat putra-putri mereka tampil dengan penuh percaya diri, tanpa ada rasa canggung maupun keraguan.
Prosesi simbolis pelepasan peserta didik kelas akhir juga menjadi momen inti yang penuh emosional, selain pentas seni.
Di massa penghujung acara, SLB Ngamprah Raya yang beralamat di Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat secara resmi mengembalikan putera puteri tercinta kepada orangtua, setelah para generasi muda ini selesai menempuh masa pendidikan di sekolah ini, dengan harapan bekal keterampilan mandiri yang telah diajarkan dapat bermanfaat di masa depan.

Selanjutnya, acara ditutup dengan doa bersama, foto bersama antara guru, murid, dan orangtua, serta pembagian raport kenaikan kelas sebagai penanda dimulainya tahun ajaran yang baru. (DRIVANA).