
CILACAP,- jurnalpolisi.id
Menanggapi pemberitaan terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pada pengerjaan Optimalisasi Jaringan Irigasi Tersier (OPJIT) senilai Rp100 juta di Desa Cilempuyang, Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK) Kelompok Tani (Poktan) Sri Mulyo memberikan penjelasan resmi, Jumat (14/8/2026).
Pernyataan ini disampaikan guna merespons pemberitaan media tertanggal 13 Agustus 2026 yang menyoroti kualitas fisik serta ukuran dimensi struktur bangunan irigasi di wilayah Kecamatan Cimanggu tersebut.
Komitmen Perbaikan dan Klarifikasi Teknis
Perwakilan UPKK Poktan Sri Mulyo mengklarifikasi tiga poin utama yang menjadi perhatian publik:
1).Ukuran dan Bentuk Pondasi: Pihaknya mengakui adanya ketidaksempurnaan pada tahap awal pemasangan pondasi yang sempat terlihat mengecil di bagian bawah. Narasi mengenai “akan ditutup plester” ditegaskan bukan untuk menyembunyikan cacat struktur, melainkan bagian dari proses pelapisan akhir setelah dimensi disesuaikan. Pihaknya berjanji merapikan pengerjaan agar ukuran pondasi konsisten dengan lebar 30 cm dan tinggi 70 cm sesuai Surat Perjanjian Kerja (SPK).
2).Penggunaan Material Batu: UPKK menjamin tidak ada material bekas yang digunakan untuk pondasi utama. Tumpukan batu bekas cor yang ada di lokasi merupakan sisa pembersihan lahan (land clearing). Seluruh pasangan pondasi dipastikan menggunakan batu kali utuh yang bersih dan memenuhi standar teknis.
3).Proses Galian Tanah: Pekerjaan galian dilakukan secara bertahap akibat kondisi tanah setempat yang labil serta memiliki genangan air. Kedalaman galian dipastikan akan mencapai spesifikasi yang ditentukan sebelum pondasi dipasang secara permanen.
Pihak UPKK Poktan Sri Mulyo menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek irigasi ini sesuai dengan SPK Nomor: 33.01.04.OPJIT/KPTS/PPK/2.91./SPK/06/2026 serta petunjuk teknis yang berlaku.
”Hak jawab ini kami sampaikan sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab moral dalam mengelola dana negara. Kami sangat terbuka terhadap pengawasan dari masyarakat, insan pers, maupun instansi terkait agar proyek ini selesai dengan mutu terbaik,” ujar perwakilan UPKK Poktan Sri Mulyo, Desa Cilempuyang.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak pelaksana berharap masyarakat dapat memahami proses pengerjaan di lapangan yang saat ini masih terus disempurnakan. (Syai)



