
BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) menggelar Sidang Akhir Seleksi Penerimaan Terpadu Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Balikpapan, Jumat (3/7/2026). Sindang tersebut menjadi tahapan penentu dalam proses rekrutmen calon anggota Polri yang dilaksanakan secara terbuka, objektif, transparan, dan akuntabel.
Sidang akhir dipimpin oleh Irwasda Polda Kaltim Kombes Pol Aloysius Suprijadi, S.I.K., M.H., M.Han., didampingi Karo SDM Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Irvan Prawira Satyaputra, S.I.K., M.Si. Kegiatan itu turut dihadiri para pejabat utama yang tergabung dalam Panitia Penerimaan, unsur pengawas internal, serta pengawas eksternal guna memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai ketentuan.
Pelaksanaan sidang akhir menjadi momentum penetapan peserta yang dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan terpadu Bintara dan Tamtama Polri TA 2026 di lingkungan Polda Kaltim. Sebelumnya, para peserta telah mengikuti serangkaian tahapan seleksi mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, hingga uji kesamaptaan jasmani.
Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto, S.I.K., M.Sc., menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan secara profesional dengan berpedoman pada prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
“Sejak tahapan pendaftaran hingga sidang akhir, seluruh proses seleksi dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip BETAH. Tidak ada ruang bagi praktik percaloan maupun intervensi dalam bentuk apa pun. Setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya berdasarkan hasil yang murni dan objektif,” tegas Kombes Pol Yuliyanto.
Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua dan peserta seleksi, agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta imbalan tertentu.
Menurutnya, kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan masing-masing peserta selama mengikuti seluruh tahapan seleksi. Ia berharap peserta yang dinyatakan lulus Dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti pendidikan pembentukan, sementara peserta yang belum berhasil diminta tetap optimistis dan kembali mencoba pada kesempatan berikutnya.
Usai sidang akhir, peserta yang dinyatakan lulus akan mengikuti pendidikan pembentukan di berbagai lembaga pendidikan Polri sesuai kompetensi dan penugasannya. Peserta Bintara PTU SPKT akan menjalani pendidikan di SPN Polda Kalimantan Timur, Bintara Intel di Pusdik Intelkam Polri, Tamtama Brimob di SPN Polda Kalimantan Selatan, Tamtama Polair di SPN Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, serta peserta Polwan di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan).
Melalui proses seleksi yang mengedepankan prinsip BETAH, Polda Kalimantan Timur berharap dapat melahirkan sumber daya manusia Polri yang unggul, berintegritas, profesional, dan siap menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat dalam mendukung keamanan dan ketertiban di Indonesia.
( Alfian )




