
DOBO, jurnalpolisi.id
Layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melayani penerima manfaat di tujuh sekolah dan tujuh posyandu di Kota Dobo terpaksa dihentikan sementara setelah anggaran operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum ditransfer ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 01 Belakang Wamar.
Penghentian operasional berlangsung sejak Senin (7/9/2026) dan menyebabkan distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat tidak dapat dilakukan selama beberapa hari.
Tenaga Ahli Gizi Dapur SPPG 01 Belakang Wamar, Crismelin Djirlay, mengatakan kendala tersebut terjadi akibat keterlambatan pencairan anggaran dari BGN Pusat, bukan karena persoalan internal pengelola dapur.
“Dapur SPPG 01 sementara ditutup dan tidak beroperasional terhitung mulai hari Senin. Kendalanya karena BGN dari pusat belum mentransfer anggarannya. Jadi penyebab masalah ini ada di tingkat pusat, bukan dari pihak dapur,” ujar Crismelin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, penghentian sementara operasional berdampak pada pelayanan MBG bagi siswa di SD Yos Sudarso, SMP Yos Sudarso, SMA Yos Sudarso, SD Negeri 1 Dobo, SD Negeri 2 Dobo, SMP Negeri 2 Dobo, serta PAUD Yedita. Selain sekolah, program tersebut juga melayani tujuh posyandu di wilayah Dobo.
Meski demikian, Crismelin memastikan layanan MBG akan kembali berjalan dalam waktu dekat. Berdasarkan informasi yang diterima dari Kepala Dapur SPPG 01, dana operasional yang ditunggu telah masuk ke rekening pengelola.
“Sesuai pesan WhatsApp dari Kepala Dapur, dana operasional untuk SPPG 01 sudah masuk ke rekening. Rencananya operasional dapur MBG mulai berjalan kembali pada Jumat, 11 September 2026,” katanya.
Diketahui, Dapur SPPG 01 dan SPPG 02 Belakang Wamar berada di bawah pengelolaan Yayasan Bina Desa Lestari yang mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kepulauan Aru. Dengan masuknya anggaran operasional tersebut, layanan MBG diharapkan kembali berjalan normal dan kebutuhan gizi para penerima manfaat tetap terpenuhi.



