
Pakpak Bharat – jurnalpolisi.id
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menghadiri pencanangan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Pakpak Bharat yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pakpak Bharat.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan program nasional BPS yang dilaksanakan untuk menghimpun data kegiatan ekonomi di seluruh Indonesia. Pendataan mencakup berbagai skala usaha, mulai dari usaha rumah tangga, pedagang kaki lima, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga perusahaan berskala besar.
Dalam sambutannya, Bupati Franc Bernhard Tumanggor menegaskan pentingnya data statistik yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan perencanaan program pemerintah.
Menurutnya, data yang dihasilkan BPS menjadi salah satu acuan dalam menentukan prioritas pembangunan di berbagai sektor sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Berbagai program pembangunan daerah memerlukan data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan. Karena itu, keberadaan data statistik dari BPS sangat penting dalam mendukung perencanaan pembangunan,” ujar Franc.
Bupati menyatakan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat untuk berpartisipasi dalam menyukseskan pendataan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, saya menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kami siap bersinergi dengan BPS dan seluruh pihak terkait agar setiap tahapan sensus berjalan dengan lancar, aman, dan tertib,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menerima petugas sensus yang bertugas melakukan pendataan serta memberikan informasi secara jujur dan sesuai kondisi sebenarnya.
“Tidak perlu khawatir karena data yang diberikan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pakpak Bharat, Lontung Sabungan Situmorang, mengatakan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia sebagai penanda dimulainya pelaksanaan sensus.
Ia menjelaskan, BPS Pakpak Bharat telah melakukan berbagai persiapan sejak awal tahun, antara lain melalui kegiatan komunikasi, koordinasi, dan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan.
Selain itu, BPS juga melaksanakan program NGIBAR (Ngisi Bareng) sebagai bagian dari upaya sosialisasi kepada berbagai kelompok masyarakat. Hingga pelaksanaan pencanangan, BPS Pakpak Bharat telah menyelenggarakan 14 kegiatan NGIBAR dengan melibatkan perangkat daerah, instansi vertikal, perbankan, organisasi masyarakat, media massa, dan berbagai pihak lainnya.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh instansi, organisasi, dan mitra yang telah mendukung persiapan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pakpak Bharat,” ujar Lontung.
Usai kegiatan pencanangan, Bupati Franc Bernhard Tumanggor meninjau sejumlah stan pelaku UMKM yang turut memeriahkan acara di Lapangan Napa Sengkut.
Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, pelaku usaha, serta tamu undangan lainnya.
(SM)



