
CILACAP, jurnalpolisi.id
Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Karya Makmur memberikan klarifikasi resmi menanggapi pemberitaan terkait pelaksanaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Cisumur, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap.
Pihak pelaksana swakelola tersebut menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pembangunan jaringan irigasi senilai Rp195.000.000,- sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar mutu yang ditetapkan oleh Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Citanduy.
Kondisi Lapangan dan Langkah Perbaikan
Terkait ditemukannya retakan rambut di beberapa titik struktur bangunan yang masih dalam tahap pengerjaan, Ketua P3A Karya Makmur, (T), menjelaskan bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem serta proses penyusutan material saat pengeringan.
”Pengerjaan proyek ini masih berlangsung dan belum diserahterimakan. Retakan halus yang terjadi dipengaruhi faktor cuaca yang sangat terik saat proses pengeringan. Kami pastikan material yang digunakan sudah sesuai petunjuk teknis. Bagian yang retak saat ini langsung kami lakukan perbaikan dan penyempurnaan (finishing),” ujar T.
Ia juga menambahkan bahwasannya dari total kebutuhan saluran irigasi sepanjang 17.450 meter untuk melayani sekitar 750 hektar lahan pertanian, saat ini baru terbangun sekitar 7.000 meter. Pihaknya berharap sisa kebutuhan saluran tersebut dapat terus direalisasikan secara bertahap.
Pengawasan Berjenjang dan Swakelola Masyarakat
Pelaksanaan P3-TGAI ini dijalankan secara swakelola dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan kelompok tani setempat. Seluruh tahapan pengerjaan turut mendapat pemantauan berjenjang dari Konsultan Manajemen Balai (KMB) serta Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) di bawah naungan BBWS Citanduy.
Pihak pelaksana menyambut baik kontrol sosial dari media dan masyarakat sebagai bentuk masukan yang konstruktif. P3A Karya Makmur berkomitmen memanfaatkan sisa masa kerja 45 hari kalender ini untuk mengoptimalkan kualitas bangunan agar manfaat irigasi dapat dirasakan secara maksimal dan tahan lama oleh para petani di Desa Cisumur. (Syai)



