Beutong Ateuh. NAGAN RAYA,- jurnalpolisi.id
Gelombang penolakan tambang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, kembali memanas, Rabu (13/5/2026), setelah warga melakukan pemblokiran jalan menyusul isu adanya kelompok yang disebut akan menggelar aksi penerimaan tambang di wilayah tersebut.
Massa yang didominasi barisan perempuan dan ibu-ibu Beutong turun ke jalan untuk menutup akses sebagai bentuk penolakan terhadap segala bentuk aktivitas pertambangan.
Situasi memanas ketika seorang keuchik dari salah satu gampong di Beutong diduga menerobos barikade massa menggunakan mobil hingga menabrak sejumlah perempuan yang tengah melakukan aksi.
Akibat insiden tersebut, seorang perempuan dilaporkan mengalami luka dan sakit pada bagian kaki setelah terjatuh saat mobil melaju menembus kerumunan.
Saudah, salah seorang perempuan peserta aksi, mengatakan tindakan keuchik tersebut sangat arogan dan membahayakan keselamatan warga.
Keuchik itu dengan mobil langsung menerobos massa yang blokir jalan, tanpa aba-aba langsung tancap gas, padahal jelas kami berdiri di jalan. Apa salahnya dia minta baik-baik untuk lewat atau menggunakan motor. Cara dia sangat arogan sehingga salah satu di antara kami mengalami luka, kata Saudah kepada JPNEWS
Menurut Saudah, tindakan tersebut mencerminkan sikap yang tidak berpihak pada aspirasi masyarakat yang sedang memperjuangkan tanah mereka dari ancaman tambang.
Harusnya dia sebagai keuchik mendengar aspirasi masyarakat, bukan malah menabrak kami yang meminta hak kami di atas tanah Beutong ini, ujarnya.
Aksi warga Beutong Ateuh menolak tambang telah berlangsung sejak kemarin, dengan tuntutan utama pencabutan izin tiga perusahaan tambang serta penolakan terhadap seluruh bentuk pertambangan di kawasan yang dinilai rawan bencana tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi dilaporkan masih tegang dengan warga tetap bertahan melakukan penjagaan dan pemblokiran jalan sebagai bentuk perlawanan terhadap masuknya tambang ke Beutong Ateuh. (*Tengku)