
MANOKWARI – jurnalpolisi.id
Polda Papua Barat terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda melalui program Polisi Peduli Pendidikan. Program ini sekaligus menjadi sarana membangun karakter pelajar serta mendorong pengembangan bakat dan kreativitas.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Sulastiana ke SMK Negeri 3 Manokwari, Senin (2/11/2026). Dalam kegiatan tersebut, para pelajar mendapatkan edukasi mengenai bahaya narkoba, penggunaan teknologi secara bijak, serta pentingnya mempersiapkan diri untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Dalam arahannya, Sulastiana mengingatkan para siswa agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika, pergaulan negatif, maupun pemanfaatan teknologi yang tidak bertanggung jawab.
“Masa depan Papua Barat ada di tangan generasi mudanya. Karena itu, anak-anak kita harus memiliki karakter yang kuat, menjauhi narkoba, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan potensi diri,” ujar Sulastiana.
Selain memberikan edukasi, Wakapolda juga berinteraksi langsung dengan para siswa dari berbagai jurusan untuk mengetahui minat, bakat, serta keterampilan yang mereka miliki.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kompetensi pelajar, Sulastiana bahkan mengundang siswa jurusan Desain dan Kuliner untuk berkunjung ke kediamannya. Kesempatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi para siswa untuk menunjukkan hasil karya serta kemampuan sesuai bidang keahlian masing-masing.
“Kami ingin anak-anak Papua Barat memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka. Setiap anak punya potensi, dan tugas kita bersama adalah memberikan ruang agar potensi itu bisa berkembang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Sulastiana juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan para pelajar dengan membagikan susu. Selain itu, ia menyerahkan dua buku hasil karyanya, yakni Polwan untuk Negeri: Bunga Rampai Pemikiran dan Pengalaman yang Menginspirasi serta Mengungkap Ekologi Kejahatan Narkotika.
Sementara itu, Dirbinmas Polda Papua Barat Kombes Pol Hari S. Sembiring menegaskan bahwa program Polisi Peduli Pendidikan merupakan bagian dari pendekatan preventif kepolisian untuk membangun kesadaran hukum, memperkuat karakter, serta melindungi generasi muda dari berbagai ancaman sosial sejak dini.
“Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan hukum. Melalui Polisi Peduli Pendidikan, kami ingin hadir lebih awal, memberikan edukasi, membangun kedekatan, sekaligus melindungi anak-anak dari berbagai pengaruh negatif,” kata Hari.
Menurutnya, keterlibatan kepolisian di lingkungan pendidikan juga merupakan implementasi semangat Polisi Bersama Masyarakat. Dalam upaya tersebut, sekolah, guru, dan orang tua memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing.
Untuk memperkuat upaya pencegahan, personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua Barat turut memberikan penyuluhan kepada para siswa mengenai bahaya narkotika, dampak penyalahgunaan, serta pentingnya membangun lingkungan pergaulan yang sehat dan positif.
“Kami ingin sekolah menjadi lingkungan yang aman dan bebas narkoba. Upaya pencegahan harus dilakukan bersama, karena melindungi generasi muda berarti menjaga masa depan bangsa,” tutup Hari.
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polda Papua Barat berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara kepolisian, pihak sekolah, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda Papua Barat.
( Alfian )




