Balikpapan – jurnalpolisi.id
Kegiatan tasyakuran Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang digelar secara nasional oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia berlangsung khidmat di Lapas Kelas IIA Balikpapan, Senin (27/4/2026).
Acara yang dilaksanakan secara virtual melalui sambungan Zoom ini diikuti sekitar 70 peserta dan mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran instansi terkait.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pemasyarakatan, dilanjutkan dengan penampilan seni warga binaan, pemutaran video refleksi, hingga laporan kinerja Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Dalam laporannya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menyampaikan sejumlah capaian program, di antaranya pemberantasan peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan, pemindahan lebih dari 2.500 narapidana berisiko tinggi ke Nusakambangan, serta penanganan overkapasitas melalui pemerataan warga binaan.
Selain itu, penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan idle, pembangunan dapur sehat, serta pemberdayaan ekonomi warga binaan melalui UMKM juga menjadi fokus program.
Sebagai bagian dari puncak peringatan, dilakukan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan berbagai pihak, termasuk kementerian terkait, organisasi masyarakat, serta pemerintah daerah.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) terbaik, pegawai berprestasi, serta mitra yang berkontribusi dalam pengembangan pemasyarakatan. Selain itu, disalurkan pula bantuan sosial kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.
Ketua Umum Persatuan Purnabakti Pemasyarakatan Indonesia (P3I), Agun Gunandjar, dalam sambutannya mengapresiasi sinergi yang telah terjalin dan mengajak seluruh pihak untuk terus berkontribusi dalam pengembangan sistem pemasyarakatan di Indonesia.
Kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, dan seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, serta lancar hingga selesai.
Momentum peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 ini dinilai menjadi ajang memperkuat sinergi lintas sektoral sekaligus menegaskan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penegakan hukum di Indonesia.
( Alfian )