BALIKPAPAN – jurnalpolisi.id
Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur Wilayah Balikpapan, Dr. Winarno, S.Pd., M.Pd., menjelaskan tahapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SMA dan SMK di Kota Balikpapan.
Dalam keterangannya kepada awak media di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur Wilayah Balikpapan, Jalan A. Wahab Syahranie, Selasa (9/6/2026), Winarno menyampaikan bahwa saat ini tahapan pra-pendaftaran dan verifikasi berkas tengah berlangsung sejak 8 hingga 19 Juni 2026.
Menurutnya, seluruh proses verifikasi berkas calon peserta didik SMK dipusatkan di SMKN 1 Balikpapan. Kebijakan tersebut diambil karena tingginya jumlah pendaftar serta keterbatasan lokasi apabila verifikasi dilakukan secara terpisah di masing-masing sekolah.
“Verifikasi berlangsung selama dua minggu, mulai 8 sampai 19 Juni. Untuk SMK dipusatkan di SMKN 1 Balikpapan. Setiap hari kami melayani sekitar 500 pendaftar,” ujar Winarno.
Ia menjelaskan, antusiasme masyarakat biasanya sangat tinggi pada hari-hari awal pelaksanaan verifikasi. Karena itu, masyarakat diminta tidak harus datang pada hari pertama dan memanfaatkan waktu yang telah disediakan selama dua minggu.
Dalam SPMB 2026 terdapat beberapa jalur penerimaan, di antaranya jalur afirmasi, prestasi akademik, prestasi non-akademik, dan perpindahan tugas orang tua atau jalur luar daerah. Khusus jalur prestasi non-akademik, panitia melakukan verifikasi berbagai sertifikat pendukung seperti bidang olahraga, kepramukaan, seni, hingga hafalan Al-Qur’an yang nantinya akan melalui proses seleksi dan pengujian sesuai ketentuan.
Setelah tahapan verifikasi selesai, pendaftaran secara daring dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 26 Juni 2026 melalui aplikasi resmi yang disiapkan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur.
Terkait kuota penerimaan siswa baru, Winarno mengatakan bahwa petunjuk teknis (juknis) SPMB 2026 masih dalam tahap penyempurnaan dan revisi di tingkat provinsi. Oleh karena itu, rincian kuota masing-masing sekolah belum dapat dipublikasikan secara resmi.
“Juknisnya masih ada beberapa revisi. Setelah final, seluruh informasi termasuk kuota sekolah akan ditampilkan di aplikasi dan dapat diakses masyarakat,” jelasnya.
Meski demikian, ia memberikan gambaran bahwa beberapa sekolah telah mengusulkan jumlah peserta didik per rombongan belajar (rombel) sebanyak 40 siswa. Sebagai contoh, SMA Negeri 1 Balikpapan mengusulkan 12 rombel dengan kapasitas 40 siswa per rombel.
Menanggapi pertanyaan mengenai potensi praktik titipan dalam penerimaan siswa baru, Winarno menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan harus mengikuti aturan yang berlaku dan dilaksanakan melalui sistem yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan regulasi yang berlaku, kewenangan pelaksanaan penerimaan murid baru berada pada satuan pendidikan atau kepala sekolah sebagai penanggung jawab pelaksana.
“Kalau ada pelanggaran tentu ada mekanisme dan proses sesuai aturan yang berlaku. Untuk itu dibuat sistem dan aturan agar pelaksanaan penerimaan murid baru berjalan transparan,” tegasnya.
Winarno juga menyebutkan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk lembaga pengawas dan aparat penegak hukum, sehingga diharapkan proses penerimaan peserta didik baru dapat berlangsung secara objektif, transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan.
Sementara itu, terkait kesiapan sistem teknologi informasi, ia menjelaskan bahwa aplikasi SPMB dikelola secara terpusat oleh UPT Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (TKOM Infodik) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur dengan dukungan jaringan telekomunikasi yang telah disiapkan.
Di akhir keterangannya, Winarno mengimbau para orang tua dan calon peserta didik untuk tetap tenang serta tidak terburu-buru melakukan verifikasi pada hari-hari awal pelaksanaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersabar karena waktu verifikasi diberikan selama dua minggu. Tidak perlu berdesakan pada hari pertama. Manfaatkan waktu yang tersedia agar proses berjalan tertib dan nyaman,” pungkasnya.
( Alfian )