
Kerinci – Jurnalpolisi.id
Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Salah satunya melalui Proyek Pembangunan Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao di Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci.
Proyek strategis ini dikerjakan oleh kontraktor lokal Jambi, PT Ponjen Emas, dengan nilai kontrak penawaran sebesar Rp12.987.306.250,00. Serta masa pelaksanaan 300 hari kalender.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan oleh awak media Jurnalpolis.id dan MalalaiPos.id, progres fisik pekerjaan saat ini telah mencapai 55%.
“Alhamdulillah progresnya sudah 55%. Untuk pekerjaan normalisasi, di bagian tanggul kita pasang jumbo bag kapasitas 1 ton. Fungsinya sebagai penahan material dan pengamanan tanggul agar tidak tergerus saat debit air Sungai Batang Merao meningkat. Arus sungainya memang cukup deras,” jelas salah satu pelaksana lapangan kepada awak media ini, Jumat (17/07/2026)
Ia menambahkan, pemasangan jumbo bag dilakukan di kedua sisi sungai, yakni sisi kiri dan kanan. Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur tanggul dan meminimalisir risiko abrasi serta luapan saat musim hujan.
Dampak Langsung ke Pertanian Warga
Kehadiran proyek ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Pasalnya, normalisasi Sungai Batang Merao berdampak langsung terhadap sektor pertanian, terutama lahan sawah milik warga.
“Warga sangat mendukung proyek ini. Dulu banyak sawah yang tidak bisa ditanami karena sering terendam dan tergerus. Sekarang dengan adanya normalisasi, sawah-sawah yang dulu tidak produktif mulai diaktifkan kembali oleh warga,” ujar salah seorang warga yang lahannya berada di sekitar lokasi proyek.
Menurut warga, sebelum ada normalisasi, banjir dan erosi sering membuat areal persawahan rusak. Dengan adanya tanggul dan pelebaran sungai, aliran air menjadi lebih lancar sehingga risiko gagal panen bisa ditekan.
Harapan ke Depan
Masyarakat berharap proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai spesifikasi. Selain mencegah banjir, mereka juga berharap pemeliharaan rutin dilakukan agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Dengan tuntasnya normalisasi Sungai Batang Merao, diharapkan ketahanan pangan di wilayah Siulak Mukai meningkat dan aktivitas pertanian warga kembali berjalan normal.(Mul)



