
BALIKPAPAN – jurnalpolisi.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan melalui program pembagian seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru. Tahun ajaran 2026/2027, Pemkot mengalokasikan anggaran sekitar Rp30 miliar untuk mendukung program tersebut, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Wali Kota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E. mengatakan, pemerintah daerah menargetkan setiap peserta didik baru ke depan dapat menerima lima stel seragam sekolah gratis, seiring meningkatnya kemampuan keuangan daerah. Saat ini, bantuan yang diberikan masih berupa tiga stel seragam.
Pernyataan tersebut disampaikan Rahmad saat menyerahkan secara simbolis seragam sekolah gratis kepada peserta didik baru di SD Negeri 009 Balikpapan Utara, Kamis (16/7/2026).
Menurut Rahmad, program seragam sekolah gratis merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin hak setiap anak memperoleh pendidikan yang layak tanpa membedakan latar belakang ekonomi keluarga.
“Sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Karena itu, pemerintah berkewajiban memastikan seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk bersekolah,” ujar Rahmad.
Ia menjelaskan, pemberian tiga stel seragam saat ini bukanlah target akhir pemerintah. Pemkot Balikpapan akan terus berupaya meningkatkan jumlah bantuan menjadi lima stel seragam apabila kapasitas fiskal daerah semakin kuat.
“Kami berharap ke depan mampu memberikan lima pasang seragam kepada setiap siswa baru. Saat ini baru tiga pasang sesuai kemampuan keuangan daerah.
Mudah-mudahan pendapatan daerah terus meningkat sehingga program ini dapat ditingkatkan,” katanya.
Rahmad menilai, kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, tetapi juga meringankan beban ekonomi orang tua, terutama pada awal tahun ajaran ketika kebutuhan pendidikan meningkat.
Untuk merealisasikan program itu, Pemkot Balikpapan mengalokasikan anggaran sekitar Rp30 miliar pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Peningkatan anggaran tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperluas layanan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat.
Selain pendidikan, Rahmad menegaskan sektor kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah karena keduanya merupakan layanan dasar yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Pendidikan dan kesehatan akan terus menjadi prioritas pemerintah. Harapan kami, kemampuan fiskal daerah semakin meningkat sehingga berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat dapat terus diperluas,” tegasnya.
Pemkot Balikpapan berharap peningkatan kapasitas keuangan daerah pada tahun-tahun mendatang dapat mendukung terwujudnya target pemberian lima stel seragam gratis bagi seluruh peserta didik baru sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, dan berdaya saing.
( Alfian )




