
Simpang Jernih. Aceh Timur. jurnalpolisi.id
Kemunculan harimau sumatera berkeliaran di kawasan hutan yang berdekatan dengan permukiman di salah satu desa dalam Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, mengkhawatirkan warga sekitar.
Polsek Simpang Jernih bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh memperketat pemantauan sekaligus mengimbau masyarakat menghindari aktivitas yang berisiko.
Kapolsek Simpang Jernih, Ipda Dwi Andika Lubis saat dikonfirmasikan oleh Media Jurnal Polisi News, mengatakan pihaknya telah meninjau lokasi kemunculan satwa liar dilindungi itu bersama warga.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan titik ditemukannya jejak serta lokasi kemunculan satwa liar yang sebelumnya dilaporkan masyarakat,” katanya dalam siaran pers, Rabu 5/8/2026.
Selain pengecekan lapangan, Polsek Simpang Jernih, kata Andika, telah berkoordinasi dengan BKSDA Aceh untuk melakukan pemantauan secara berkala di kawasan hutan Kecamatan Simpang Jernih.
Langkah tersebut dilakukan guna mencegah konflik antara manusia dan satwa liar serta mendorong harimau kembali ke habitat alaminya.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan. Jika menemukan jejak atau melihat keberadaan harimau, segera laporkan kepada aparat atau petugas terkait. Jangan mencoba mendekati ataupun mengusir satwa tersebut sendiri,” imbaunya.
Dwi Andika Lubis juga meminta warga lebih berhati-hati saat beraktivitas di kebun maupun ladang, terutama pada sore hingga malam hari. Masyarakat juga diimbau tidak bepergian seorang diri di kawasan yang berbatasan dengan hutan atau lokasi yang diduga menjadi lintasan harimau.
“Kami berharap masyarakat mematuhi imbauan yang telah disampaikan,” ujarnya. (*Tengku)




