TULUNGAGUNG – jurnalpolisi.id
Suasana penuh kebersamaan, rasa syukur, dan semangat gotong royong mewarnai areal persawahan Desa Dukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Senin (1/6/2026). Ratusan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Angker berkumpul mengikuti tradisi Labuh Massal, sebuah warisan budaya agraris yang telah lama dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat sebagai ungkapan terima kasih atas hasil panen yang melimpah.
Tradisi yang sarat nilai budaya tersebut tidak hanya menjadi penanda dimulainya panen raya, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarpetani, memperkuat semangat kebersamaan, serta menjaga kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim hingga fluktuasi harga hasil pertanian, tradisi Labuh Massal menjadi bukti bahwa budaya dan pertanian dapat berjalan beriringan sebagai kekuatan utama dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Kegiatan panen raya dan Labuh Massal tersebut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin. Kehadiran pimpinan daerah itu menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah kepada para petani sekaligus komitmen dalam melestarikan tradisi agraris yang masih hidup di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani yang terus menjaga produktivitas pertanian serta mempertahankan tradisi yang menjadi identitas masyarakat pedesaan.
“Labuh Massal ini bukan sekadar kegiatan panen raya, tetapi juga bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil yang diperoleh para petani. Tradisi seperti ini perlu terus kita lestarikan karena merupakan bagian dari budaya dan identitas masyarakat desa,” ujarnya.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional. Oleh karena itu, pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan kepada para petani agar mampu meningkatkan hasil produksi pertanian.
“Pemerintah hadir untuk memberikan dukungan kepada para petani agar tetap semangat bercocok tanam. Harapan kita bersama, sektor pertanian terus berkembang dan mampu mendukung terwujudnya kemandirian pangan nasional,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa tradisi Labuh Massal merupakan momentum penting untuk nguri-uri budaya leluhur, sekaligus menanamkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada generasi muda agar tradisi tersebut tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, para petani berharap hasil panen yang diperoleh dapat membawa keberkahan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen terus mendukung kemajuan sektor pertanian sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah.
Tradisi Labuh Massal di Desa Dukuh pun menjadi bukti bahwa budaya lokal yang dipadukan dengan semangat pertanian modern mampu menjadi kekuatan dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkokoh identitas masyarakat pedesaan di Kabupaten Tulungagung.