NUSANTARA – jurnalpolisi.id
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Bank Indonesia dan sejumlah mitra strategis menggelar kegiatan Enviwalk di Nusantara Park, Selasa (16/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Kegiatan ini bertujuan membangun budaya berjalan kaki sekaligus mendorong penerapan gaya hidup rendah emisi di kawasan IKN.
Mengusung tema nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui aksi nyata yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Otorita IKN, Lazuardi Nasution, mengatakan Enviwalk tidak hanya menjadi sarana olahraga dan rekreasi, tetapi juga media edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi masyarakat. Ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan Nusantara sebagai kota hijau, berkelanjutan, dan rendah emisi,” ujar Lazuardi.
Ia menjelaskan, Enviwalk merupakan bagian dari upaya Otorita IKN dalam mengintegrasikan aspek lingkungan hidup, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat ke dalam pembangunan ibu kota baru. Ratusan peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas pegawai Otorita IKN, aparatur sipil negara (ASN), komunitas lingkungan, serta masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan IKN.
Salah satu daya tarik kegiatan ini adalah partisipasi warga yang mengenakan busana berbahan daur ulang.
Berbagai kreasi pakaian yang ditampilkan dibuat dari limbah plastik, kardus bekas, dan material lain yang masih memiliki nilai guna. Selain menjadi sarana kampanye lingkungan, busana tersebut juga menyampaikan pesan penting mengenai pengurangan sampah dan pemanfaatan kembali material bekas.
Suwati Ninggisih, warga Kecamatan Sepaku yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, mengaku sengaja membuat busana dari bahan daur ulang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
“Busana yang kami kenakan dibuat dari plastik bekas yang dirangkai selama sekitar satu minggu.
Aksesori yang digunakan juga berasal dari kardus dan plastik bekas. Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan memanfaatkan kembali barang-barang yang masih dapat didaur ulang,” katanya.
Selain Enviwalk, Otorita IKN juga menyelenggarakan Pameran Daur Ulang di Sentra Massa IKN pada 14–16 Juni 2026. Pameran tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal berbagai praktik pengelolaan sampah berkelanjutan, konsep ekonomi sirkular, serta inovasi pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomis.
Melalui pameran itu, pengunjung dapat melihat secara langsung berbagai inisiatif pengelolaan lingkungan, mulai dari budidaya Black Soldier Fly (BSF), pengelolaan bank sampah, hingga beragam produk kreatif hasil daur ulang.
Berbagai inovasi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kesadaran masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis lingkungan.
Melalui kegiatan Enviwalk dan Pameran Daur Ulang, Otorita IKN menegaskan komitmennya dalam membangun budaya hidup berkelanjutan di tengah masyarakat serta mendukung terwujudnya Nusantara sebagai kota masa depan yang hijau, inklusif, dan ramah lingkungan. Indonesia dan sejumlah mitra strategis menggelar kegiatan Enviwalk di Nusantara Park, Selasa (16/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Kegiatan ini bertujuan membangun budaya berjalan kaki sekaligus mendorong penerapan gaya hidup rendah emisi di kawasan IKN.
Mengusung tema nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui aksi nyata yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Otorita IKN, Lazuardi Nasution, mengatakan Enviwalk tidak hanya menjadi sarana olahraga dan rekreasi, tetapi juga media edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi masyarakat. Ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan Nusantara sebagai kota hijau, berkelanjutan, dan rendah emisi,” ujar Lazuardi.
Ia menjelaskan, Enviwalk merupakan bagian dari upaya Otorita IKN dalam mengintegrasikan aspek lingkungan hidup, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat ke dalam pembangunan ibu kota baru. Ratusan peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas pegawai Otorita IKN, aparatur sipil negara (ASN), komunitas lingkungan, serta masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan IKN.
Salah satu daya tarik kegiatan ini adalah partisipasi warga yang mengenakan busana berbahan daur ulang.
Berbagai kreasi pakaian yang ditampilkan dibuat dari limbah plastik, kardus bekas, dan material lain yang masih memiliki nilai guna. Selain menjadi sarana kampanye lingkungan, busana tersebut juga menyampaikan pesan penting mengenai pengurangan sampah dan pemanfaatan kembali material bekas.
Suwati Ninggisih, warga Kecamatan Sepaku yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, mengaku sengaja membuat busana dari bahan daur ulang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
“Busana yang kami kenakan dibuat dari plastik bekas yang dirangkai selama sekitar satu minggu.
Aksesori yang digunakan juga berasal dari kardus dan plastik bekas. Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan memanfaatkan kembali barang-barang yang masih dapat didaur ulang,” katanya.
Selain Enviwalk, Otorita IKN juga menyelenggarakan Pameran Daur Ulang di Sentra Massa IKN pada 14–16 Juni 2026.
Pameran tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal berbagai praktik pengelolaan sampah berkelanjutan, konsep ekonomi sirkular, serta inovasi pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomis.
Melalui pameran itu, pengunjung dapat melihat secara langsung berbagai inisiatif pengelolaan lingkungan, mulai dari budidaya Black Soldier Fly (BSF), pengelolaan bank sampah, hingga beragam produk kreatif hasil daur ulang.
Berbagai inovasi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kesadaran masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis lingkungan.
Melalui kegiatan Enviwalk dan Pameran Daur Ulang, Otorita IKN menegaskan komitmennya dalam membangun budaya hidup berkelanjutan di tengah masyarakat serta mendukung terwujudnya Nusantara sebagai kota masa depan yang hijau, inklusif, dan ramah lingkungan.
( Alfian )