Muratara – jurnalpolisi.id
Setelah dilakukan pencarian intensif selama tujuh hari, korban tenggelam di aliran Sungai Rawas akhirnya berhasil ditemukan oleh warga,dalam keadaan meninggal dunia,korban diketahui bernama Arsa (11), seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) warga Desa Sungai Baung,Kecamatan Rawas Ulu.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis, 16 April 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Berdasarkan keterangan warga, saat itu korban tengah bermain di sungai bersama tiga orang temannya, sebelum akhirnya terseret arus yang cukup deras.
Tim gabungan bersama masyarakat setempat melakukan upaya pencarian sejak hari pertama kejadian,pencarian terus dilakukan secara maksimal hingga memasuki hari ketujuh.
Rabu,(22/42026) sekitar pukul 08.00 WIB, korban akhirnya ditemukan oleh warga di wilayah Desa Lesung Batu,artinya cukup jauh dari lokasi awal kejadian yakni Desa Sungai Baung,Desa Sukomoro,Pasar Surulangun,dan Desa Lesung Batu dimana lokasi korban ditemukan warga.
Kepala BPBD Kabupaten Muratara Hasbi Asidiqi saat dimintai keterangan oleh awak media Jurnal Polisi News melalui Sekdis BPBD Mathir,S.Km mengatakan bahwa setelah ditemukan,petugas langsung melakukan proses evakuasi terhadap korban. Seluruh rangkaian pencarian dan evakuasi berjalan dengan melibatkan unsur BPBD, masyarakat, serta pihak terkait lainnya.
Ditempat terpisah Kepala Desa Sungai Baung Kecamatan Rawas Ulu Abdul Khalik,S.Ip membenarkan bahwa Warganya inisial AA(11) telah ditemukan dan sudah dibawa kerumah duka untuk disemayamkan.
Sementara Kapolsek Rawas Ulu Iptu Hari Suharto,S.Pd.,M.Si bersyukur kehadirat Allah SWT karena setelah perjuangan keras seluruh unsur baik pemerintah,BPBP,Basarnas,Kepolisian bersama masyarakat akhirnya korban ditemukan walaupun dalam keadaan meninggal dunia beliau juga menghimbau kepada para orang tua agar senantiasa menjaga anak-anak mereka terlebih saat bermain di aliran sungai,ujarnya.”
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Utara juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya anak-anak,untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai guna menghindari kejadian serupa.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan bahaya arus sungai, terutama saat kondisi air sedang tinggi,tutupnya,(Dedi)