
BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) menggelar doa bersama lintas agama sebagai wujud syukur sekaligus upaya memperkuat persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Balikpapan, Kamis (25/6/2026), tersebut dihadiri Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, didampingi Karo SDM Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Irvan Prawira Satyaputra, para pejabat utama Polda Kaltim, tokoh agama, serta sejumlah undangan dari berbagai elemen masyarakat.
Doa bersama menjadi salah satu rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung semangat pengabdian Polri kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, jajaran Polda Kaltim memanjatkan doa agar institusi Polri senantiasa diberikan kekuatan, perlindungan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sejumlah tokoh agama hadir memimpin doa sesuai keyakinan masing-masing, di antaranya Ustadz Mahyuddin, Romo Yossef Kristianto, M.S.F., Pendeta Andreas J.W. Sinaga, M.Th., serta Jro Mangku Ketut Wirata. Kehadiran para pemuka agama tersebut mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan harmoni yang terus dijaga di Kalimantan Timur.
Mengusung tema “Dengan Semangat Doa Bersama Lintas Agama Kita Tingkatkan Iman, Takwa dan Kinerja Guna Mewujudkan Polri Untuk Masyarakat”, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana memperkuat nilai spiritual, tetapi juga mempertegas komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Kaltim bersama Karo SDM juga menyerahkan santunan kepada perwakilan anak yatim. Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus ungkapan rasa syukur menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Yuliyanto mengatakan bahwa doa bersama lintas agama merupakan bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
“Melalui doa bersama lintas agama ini, kita berharap tercipta suasana yang aman, damai, dan harmonis. Kebersamaan dalam keberagaman menjadi energi positif bagi Polri untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Yuliyanto, kegiatan tersebut juga menjadi simbol kuat persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama yang dimiliki Indonesia. Nilai-nilai toleransi dan saling menghormati dinilai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di Kalimantan Timur yang dikenal sebagai wilayah yang majemuk dan harmonis.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan yang terbangun melalui doa lintas agama diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan daerah, terlebih Kalimantan Timur kini menjadi wilayah strategis dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kaltim berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat profesionalisme personel, serta menjaga nilai-nilai persaudaraan dan kebhinekaan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Doa bersama lintas agama tersebut menjadi bukti bahwa semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam menjaga keamanan dan mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan sejahtera.
( Alfian )




