
Semarang jurnalpolisi.id
Sebagai wujud keberlanjutan komitmen Polda Jawa Tengah dalam mendukung upaya eliminasi Tuberkulosis (TB), Biddokkes Polda Jateng menghadirkan layanan skrining dan tracing TB Paru gratis bagi masyarakat dalam kegiatan Bakti Indonesia IV “Sinergi untuk Mewujudkan Indonesia Sehat” di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Kota Semarang, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Gerakan Derma Sosial dalam Keberagaman Indonesia tersebut menghadirkan berbagai layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 6 hingga 8 Agustus 2026, Biddokkes Polda Jateng dipercaya melaksanakan layanan skrining dan tracing TB Paru sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit tersebut di tengah masyarakat.
Kasubbidkespol Biddokkes Polda Jateng AKBP Yuliana Sri W, SKep. M.M. yang mewakili Kabid Dokkes Kombes Pol. drg. Agung Hadi Wijanarko, Sp.BM., M.A.R.S., M.H., FISQua, menjelaskan bahwa keterlibatan Biddokkes dalam Bakti Indonesia IV merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polda Jateng dalam mendukung program nasional eliminasi TB tahun 2030.
“Keikutsertaan Biddokkes dalam kegiatan ini merupakan bagian dari keberlanjutan komitmen Polda Jateng dalam mendukung upaya eliminasi TB. Melalui kegiatan ini kami berupaya menghadirkan layanan deteksi dini agar masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan memperoleh penanganan sejak awal apabila ditemukan indikasi TB Paru,” ujar AKBP Yuliana Sri W, SKep. M.M di lokasi, (6/8).
Komitmen tersebut sebelumnya diwujudkan melalui program “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru” yang membekali ribuan Bhabinkamtibmas sebagai tracer TB Paru melalui kampanye TOSS (Temukan, Obati Sampai Sembuh). Melalui program tersebut, Polda Jateng mendorong keterlibatan jajaran kewilayahan dalam membantu menemukan kasus secara dini, mendampingi pasien, serta memastikan pengobatan berjalan hingga tuntas guna memutus rantai penularan TB.

Dalam pelaksanaan Bakti Indonesia IV, Biddokkes Polda Jateng menerapkan metode Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus secara aktif. Metode tersebut dilakukan untuk menemukan kemungkinan kasus TB Paru sedini mungkin sehingga masyarakat yang memiliki indikasi dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Pelayanan skrining didukung oleh satu dokter umum, tiga dokter spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), tiga perawat, satu analis medis, serta dua apoteker. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan fasilitas pemeriksaan X-Ray thoraks secara gratis melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan.
Masyarakat yang mengikuti layanan skrining terlebih dahulu menjalani pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan fisik sederhana. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh dokter umum. Apabila ditemukan indikasi suspek TB Paru, peserta akan menjalani pemeriksaan X-Ray thoraks dan berkonsultasi dengan dokter spesialis paru untuk mendapatkan rekomendasi pemeriksaan maupun penanganan lanjutan.
“Dalam kegiatan ini kami menargetkan pemeriksaan terhadap sekitar 100 orang setiap harinya. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan skrining TB Paru gratis ini sebagai langkah deteksi dini untuk menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan,” tambah AKBP Yuliana Sri W, SKep, M.M
Melalui kegiatan skrining aktif tersebut, diharapkan semakin banyak kasus TB Paru yang dapat ditemukan lebih awal sehingga masyarakat dapat segera memperoleh pengobatan. Upaya ini juga menjadi bagian dari langkah bersama dalam menekan risiko penularan TB serta mendukung tercapainya target eliminasi TB tahun 2030.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang telah menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dalam kegiatan Bakti Indonesia IV. Menurutnya, keterlibatan Biddokkes Polda Jateng menjadi bentuk nyata kehadiran Polri melalui pelayanan kesehatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang tersedia, termasuk skrining TB Paru. Deteksi dini merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekaligus mendukung upaya bersama memutus rantai penularan TB,” pungkas Kombes Pol Yuliyanto. ( Arif JPN) sumber : Bidhumas Polda Jateng




