
Balikpapan jurnalpolisi.id
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, akademisi, pelajar, dan berbagai pemangku kepentingan menggelar aksi penanaman 12.000 bibit mangrove dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” tersebut berlangsung di kawasan Pantai Lamaru, Jalan Mulawarman, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, Minggu (26/7/2026).
Aksi penanaman ribuan bibit mangrove ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mempercepat rehabilitasi ekosistem mangrove di Kalimantan Timur yang memiliki peran strategis dalam menghadapi ancaman perubahan iklim.
Kegiatan dihadiri Asisten I Setda Provinsi Kalimantan Timur M. Syirajudin, S.T., M.T. yang mewakili Gubernur Kalimantan Timur, didampingi Asisten II Setda Provinsi Kaltim Ir. Ujang Rachmad, M.Si., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kepala organisasi perangkat daerah tingkat provinsi dan kota, unsur TNI-Polri, instansi vertikal, perguruan tinggi, kelompok nelayan, komunitas lingkungan, hingga para pelajar dan mahasiswa.
Turut hadir di antaranya Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H., Kasubdit Polairud Polda Kaltim AKBP Angga Indarta, S.I.K., Kasat Polair Polresta Balikpapan AKP Karmuji, S.H., Danramil 0905-03 Mayor Ctp Ribut Hadi Purnomo, serta sejumlah pimpinan instansi pemerintah dan organisasi pemerhati lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Lingkungan Hidup, pembacaan doa, serta laporan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi kepada sejumlah SMA, pembacaan sambutan Gubernur Kalimantan Timur, arahan penanaman mangrove, dialog dengan media, ramah tamah, hingga telekonferensi nasional bersama pemerintah pusat yang dipusatkan dari Provinsi Bali.
Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Timur yang dibacakan Asisten I Setda Provinsi Kalimantan Timur, M. Syirajudin, disampaikan bahwa peringatan Hari Mangrove Sedunia ke-11 menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran, kepedulian, dan komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga ekosistem pesisir.
Ia menegaskan, Kalimantan Timur masih menghadapi berbagai tantangan lingkungan, terutama abrasi pantai dan kerusakan kawasan mangrove yang dapat berdampak terhadap keseimbangan ekosistem serta kehidupan masyarakat pesisir. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong berbagai program rehabilitasi dan pelestarian mangrove secara berkelanjutan.
Menurutnya, mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat penting karena mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar, sekaligus menjadi benteng alami yang melindungi kawasan pesisir dari abrasi, gelombang, serta dampak perubahan iklim.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Pelestarian mangrove merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar ekosistem pesisir tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang,” demikian pesan Gubernur dalam sambutannya.
Melalui penanaman 12.000 bibit mangrove tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi kawasan pesisir semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan telekonferensi nasional bersama pemerintah pusat yang terpusat dari Provinsi Bali. Seluruh rangkaian acara berakhir sekitar pukul 11.10 WITA dan berlangsung dengan aman, tertib, serta kondusif.
( Alfian )




