
Simlungun- jurnalpolisi.id
Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, H. Budi Heriyanto Dalimunte.S.E.,M.Si,dari praksi golkar bersama Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara, di dampingi Camat Ujung Padang H. Manaon siregar ,lurah ujung padang, Danramil 07/ Pasar Baru, serta pihak PSDA turun langsung meninjau kondisi sungai dan jembatan di wilayah kelurahan Ujung Padang kabupaten Simalungun , Rabu (7/10/2026).
Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi aliran sungai yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Penyempitan dan pendangkalan dinilai dapat mengurangi kapasitas sungai, terutama saat curah hujan tinggi dan debit air yang meningkat.
Bagi warga ujung padang yang tinggal di sekitar aliran sungai, persoalan tersebut bukan sekadar masalah infrastruktur. Mereka khawatir kondisi sungai yang tidak mampu menampung debit air dapat meningkatkan risiko luapan banji dan mengganggu permukiman maupun aktivitas warga sehari-hari.
Sejumlah warga berharap persoalan tersebut tidak hanya berhenti pada peninjauan. Mereka menginginkan adanya tindakan nyata, terutama apabila hasil pemeriksaan teknis memang menunjukkan perlunya normalisasi.
Dari hasil peninjauan, muncul rencana normalisasi sungai sepanjang kurang lebih 5 kilometer. Namun, rencana tersebut perlu dipahami sebagai tahap awal dan belum dapat dimaknai sebagai pekerjaan normalisasi yang sudah dimulai atau telah memiliki kepastian pelaksanaan.
Karena itu, masyarakat ujung padang masih menunggu kejelasan mengenai tahapan selanjutnya, termasuk hasil kajian teknis, kewenangan penanganan, sumber anggaran, waktu pelaksanaan serta instansi yang akan bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut.
“Yang kami harapkan bukan hanya dilihat kondisinya, tetapi ada tindak lanjutnya. Kalau memang sungai perlu dinormalisasi, kami berharap benar-benar direalisasikan,” ujar warga
Selain sungai, rombongan juga meninjau jembatan penghubung Kelurahan Ujung Padang dengan nagori Tanjung Rapuan yang membutuhkan perhatian dan perbaikan.
Jembatan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat. Kondisinya berkaitan langsung dengan mobilitas warga serta kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi.
Karena itu, masyarakat juga berharap hasil peninjauan terhadap jembatan tidak berhenti pada dokumentasi lapangan, tetapi dilanjutkan dengan pemeriksaan teknis dan langkah perbaikan sesuai tingkat kerusakannya.
H. Budi Heriyanto Dalimunte.S.E.,M.Si mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat ujung padang yang menginginkan persoalan sungai dan infrastruktur segera mendapatkan perhatian.
“Kita turun langsung melihat kondisi di lapangan. Keluhan masyarakat harus kita tindak lanjuti, terutama persoalan sungai yang semakin kecil dan tidak mampu menampung debit air. Kita berharap normalisasi ini dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat tidak lagi terus dihantui banjir kalau curah hujan tinggi,” ujar H. Budi.
Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Simalungun, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pihak terkait dapat mempercepat penanganan sungai maupun jembatan.
Kini, masyarakat menunggu tindak lanjut dari hasil peninjauan tersebut. Kondisi lapangan telah dilihat, persoalan telah disampaikan, dan rencana normalisasi sepanjang kurang lebih 5 kilometer telah muncul sebagai salah satu opsi penanganan.
Masyarakat berharap langkah pencegahan dilakukan sebelum luapan air berubah menjadi bencana banjir dan sebelum kerusakan jembatan semakin mengganggu aktivitas warga.
masyarakat ujung padang berharap normalisasi 5 kilometer tersebut akan benar-benar berlanjut menjadi program dalam waktu dekat ini.(m, hadi)




