
BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Ratusan masyarakat menghadiri Gelar Budaya Kolaborasi Paguyuban Menak Sopal Balikpapan yang digelar di Taman Bekapai, Kota Balikpapan, Minggu (5/7/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 350 peserta tersebut menjadi ajang memperkuat pelestarian seni budaya sekaligus mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Timur.
Acara dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kalimantan Timur Titik Lestari, S.Si., M.P., Ketua Umum Paguyuban Menak Sopal Sape Kalimantan Timur Bahlul Habib Primasunu, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, para ketua paguyuban, tokoh masyarakat, serta pelaku seni budaya.
Ketua Panitia, Tumaji, menyampaikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Balikpapan atas dukungan sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik. Menurutnya, kolaborasi berbagai pertunjukan seni, mulai dari tarian Dayak Kenyah hingga penampilan seni tradisional dari berbagai komunitas, menjadi bukti bahwa budaya lokal dapat terus berkembang melalui sinergi berbagai pihak.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antarinstansi, komunitas, dan pelaku seni dalam melestarikan serta memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Ketua Umum Paguyuban Menak Sopal Sape Kalimantan Timur, Bahlul Habib Primasunu, menegaskan komitmen organisasinya dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya di Kalimantan Timur. Ia mengatakan, paguyuban telah membentuk pusat pembinaan budaya melalui sekretariat dan padepokan yang menjadi tempat pelestarian berbagai kesenian tradisional.
Saat ini, Paguyuban Menak Sopal aktif mengembangkan sejumlah kesenian asal Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, seperti Kuda Lumping Menak Sopal, Tari Payung atau Tayuban, serta Hadrah Modern Jamus Kalimosodo sebagai bagian dari kekayaan budaya yang hidup dan berkembang di Balikpapan.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kalimantan Timur, Titik Lestari, menyampaikan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Menurutnya, keberadaan ratusan paguyuban budaya di Kota Balikpapan menjadi modal sosial yang penting dalam menjaga keberagaman sekaligus memperkuat persatuan bangsa.
Ia berharap kegiatan budaya tidak berhenti pada acara seremonial, melainkan menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal, memahami, dan mencintai kekayaan budaya Indonesia.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai upaya nyata merawat keragaman budaya Nusantara di kota yang dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya.
Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga sekaligus menjadi potensi besar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata dan pembangunan daerah.
“Pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan kemajuan zaman. Modernisasi tidak boleh menghilangkan jati diri bangsa, tetapi justru memperkuat identitas budaya sebagai warisan yang harus dijaga bersama,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bagus juga mengajak masyarakat mendukung transformasi digital melalui aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) guna mempermudah akses layanan publik. Selain itu, ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi musim kemarau panjang dengan menggunakan air secara bijak serta mencegah kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman.
Kegiatan Gelar Budaya Kolaborasi Paguyuban Menak Sopal berlangsung dengan menampilkan beragam kesenian tradisional dari berbagai komunitas budaya di Balikpapan. Seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar hingga selesai, sekaligus menjadi wadah mempererat silaturahmi antarpaguyuban serta memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya bangsa.
( Alfian )




