
BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Bela Negara Republik Indonesia (FBN RI) Provinsi Kalimantan Timur periode 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Aula Lantai 8 Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Balikpapan (UNIBA), Minggu (5/7/2026).
Pelantikan dihadiri sekitar 120 peserta dan dihadiri unsur pemerintah, TNI, Polri, serta tokoh masyarakat. Pemerintah Kota Balikpapan diwakili Wakil Wali Kota Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., sementara Kementerian Pertahanan RI diwakili Kepala Pusat Bela Negara Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, M.Han. Hadir pula Ketua Umum DPP FBN RI Prof. Dr. Ir. Zainal Abidin Sahabuddin, M.M., jajaran Forkopimda, serta perwakilan berbagai instansi.
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Letkol (Purn.) Drs. H.M. Solehuddin Siregar, M.M. resmi dilantik sebagai Ketua DPW FBN RI Provinsi Kalimantan Timur untuk masa bakti 2026–2031 bersama jajaran pengurus lainnya.
Mewakili Wali Kota Balikpapan, Wakil Wali Kota Bagus Susetyo mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat pertahanan dan keamanan, tetapi merupakan kewajiban seluruh warga negara melalui kontribusi sesuai bidang masing-masing.
“Kalimantan Timur memiliki posisi strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan arus informasi,” ujarnya.
Ia berharap DPW FBN RI Kalimantan Timur mampu menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat karakter kebangsaan, membangun masyarakat yang berintegritas, serta menghadirkan program-program yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya generasi muda.
Sementara itu, Ketua DPW FBN RI Kalimantan Timur, H.M. Solehuddin Siregar, menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan awal dari pengabdian lima tahun ke depan dalam memperkuat nilai-nilai bela negara di Bumi Etam.
Menurutnya, kehadiran Ibu Kota Nusantara menjadikan Kalimantan Timur memiliki posisi yang sangat strategis sehingga tantangan menjaga persatuan bangsa semakin kompleks. Karena itu, bela negara pada era modern tidak lagi sebatas mempertahankan wilayah secara fisik, tetapi juga membangun ketahanan ideologi, menangkal penyebaran hoaks, radikalisme, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“DPW FBN RI Kalimantan Timur harus menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai patriotisme, cinta tanah air, dan kesadaran bela negara di seluruh lapisan masyarakat, termasuk melalui ruang digital,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk segera menyusun program kerja yang realistis, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta merangkul generasi muda agar memiliki rasa cinta tanah air yang kuat.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat melalui rangkaian registrasi peserta, penampilan tari penyambutan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bela Negara, pembacaan doa, prosesi pelantikan, sambutan para pejabat, foto bersama hingga penutupan kegiatan.
Forum Bela Negara Republik Indonesia merupakan organisasi kemasyarakatan yang berfokus pada penguatan kesadaran bela negara, wawasan kebangsaan, serta penanaman nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Organisasi ini telah terdaftar secara resmi di Kementerian Dalam Negeri dan menjalankan berbagai program pembinaan nasionalisme di berbagai daerah.
Seluruh rangkaian kegiatan pelantikan berakhir sekitar pukul 11.30 Wita dalam situasi aman, tertib, dan kondusif.
( Alfian )




