
BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Himpunan Masyarakat Sinjai (HIMAS) Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2026–2031 berlangsung meriah di Gedung Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Balikpapan, Rabu (2/9/2026) malam.
Kegiatan yang mengangkat tema “Dari Bumi Panrita Kitta ke Bumi Etam” tersebut dihadiri sekitar 3.000 orang.
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir, termasuk Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang.
Turut hadir Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan, Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, sejumlah pejabat Polda Kaltim, Wali Kota Samarinda Andi Harun, Bupati Sinjai Ratnawati Arif, Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda, Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Waris Muin, serta Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin.
Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi masyarakat Sinjai yang berada di Kalimantan Timur sekaligus memperkuat peran organisasi dalam menjaga silaturahmi, nilai budaya, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Ketua Panitia Pelaksana, AKBP (Purn) M. Amir, mengatakan tema yang diusung menggambarkan perjalanan masyarakat Sinjai yang merantau dan kemudian menetap serta membangun kehidupan di Kalimantan Timur.
“Tema ini menggambarkan perjalanan masyarakat Sinjai yang sejak dahulu merantau dan kemudian menetap serta membangun kehidupan di Bumi Etam, Kalimantan Timur,” kata M. Amir dalam laporannya.
Ia mengatakan, pelantikan turut dihadiri warga Sinjai yang berdomisili di berbagai daerah di Kaltim, terutama Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Samarinda.
HIMAS Didorong Jadi Rumah Besar Warga Sinjai
Ketua DPW HIMAS Kaltim, H. Ahmad Rustam, menegaskan kepengurusan periode 2026–2031 membawa sejumlah agenda untuk memperkuat organisasi.
Salah satunya adalah membangun sistem pendataan masyarakat Sinjai di Kalimantan Timur. Menurut dia, selama ini terdapat perkiraan sekitar 60.000 warga Sinjai yang tersebar di berbagai wilayah Kaltim.
“Pendataan tersebut akan dilakukan melalui smartphone dengan sistem yang terintegrasi,” ujarnya.
Selain pendataan, HIMAS Kaltim juga mulai membangun kanal komunikasi melalui media sosial dan menerbitkan Kartu Tanda Anggota (KTA) HIMAS.
Ahmad Rustam juga mendorong generasi muda Sinjai untuk mengambil peran lebih besar di berbagai bidang, termasuk dalam pembangunan dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Tahun 2029 tidak lama lagi. Kita harus berani tampil. Warga Sinjai, khususnya yang berada di Kota Balikpapan, harus ada yang berani maju dalam berbagai bidang,” katanya.
Gubernur Kaltim: HIMAS Harus Berkontribusi bagi Daerah
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memberikan apresiasi terhadap keberadaan HIMAS sebagai organisasi yang menjadi wadah silaturahmi masyarakat Sinjai di Kalimantan Timur.
Menurut Rudy, masyarakat Sinjai telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan ekonomi di Kaltim. Mereka berkiprah di berbagai sektor, mulai dari dunia usaha, profesional, pekerja, akademisi hingga aparatur pemerintahan.
“HIMAS memiliki peran yang penting. Organisasi ini diharapkan menjadi rumah bersama bagi masyarakat Sinjai untuk menjaga hubungan antargenerasi, memperkuat silaturahmi, sekaligus membuka ruang untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Rudy.
Ia juga mengajak keluarga besar HIMAS ikut mengambil bagian dalam pembangunan Kaltim sesuai bidang dan kemampuan masing-masing.
Rudy menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi pegangan masyarakat Sinjai, antara lain Mabbulo Sibatang, Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi.
“Bersatu, saling menghargai, saling mengingatkan, dan saling memuliakan. Kalau nilai ini dijaga, organisasi akan tumbuh dengan suasana kekeluargaan,” katanya.
KKSS Ingatkan Pentingnya Menjunjung Nilai Budaya
Ketua DPW Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kaltim, Prof. Dr. H.M. Ridwan Tassa, mengatakan HIMAS merupakan salah satu pilar KKSS sekaligus rumah besar bagi masyarakat Sinjai di perantauan.
Ia berharap HIMAS tidak hanya menjalankan kegiatan yang bersifat seremonial, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat Sinjai di Kaltim.
“Kita harus memegang prinsip, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” kata Ridwan.
Menurut dia, masyarakat Sinjai yang telah menetap di Kaltim harus mampu menjaga adat dan budaya asal, sekaligus menghormati budaya serta kehidupan masyarakat setempat.
Bupati Sinjai Ajak Perantau Berkontribusi untuk Kampung Halaman
Bupati Sinjai Ratnawati Arif turut menyampaikan apresiasi atas pelantikan kepengurusan HIMAS Kaltim. Ia berharap organisasi tersebut dapat menjadi penghubung antara masyarakat Sinjai di perantauan dengan kampung halaman.
“HIMAS bukan sekadar paguyuban biasa, tetapi merupakan wadah bagi masyarakat yang memiliki ikatan dengan kampung halaman sekaligus menjadi kekuatan besar bagi Sinjai,” ujarnya.
Ratnawati juga mengajak masyarakat Sinjai di Kaltim terus memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Sinjai.
Salah satu yang menjadi perhatian pemerintah daerah, kata dia, adalah pembangunan dan pembenahan Masjid Raya Cakempong di Sinjai Utara yang telah berusia lebih dari 40 tahun dan pernah terdampak banjir.
“Kita ingin melihat bagaimana masyarakat Sinjai di perantauan dapat kembali bersama-sama membangun kampung halaman,” katanya.
Ustaz Das’ad Latief Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah
Rangkaian kegiatan juga diisi ceramah agama oleh Ustaz Dr. H. Das’ad Latief.
Dalam ceramahnya, ia mengangkat tema “Meneladani Rasulullah SAW dalam Menghadapi Ujian Kehidupan.”
Das’ad mengajak masyarakat meneladani kesabaran Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki persoalan, baik dalam kehidupan keluarga, ekonomi maupun pekerjaan.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah berputus asa ketika menghadapi masalah.
Selain itu, Das’ad mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
“Jangan semua yang kita baca langsung dipercaya. Jangan semua yang kita dapat langsung disebarkan. Saring sebelum sharing,” pesannya.
Menurutnya, media sosial seharusnya digunakan untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat, ilmu pengetahuan, serta pesan-pesan kebaikan.
Kepengurusan HIMAS Kaltim Diperkuat hingga Kabupaten/Kota
Dalam pelantikan tersebut, struktur DPW HIMAS Kaltim periode 2026–2031 juga diperkuat dengan sejumlah bidang, antara lain organisasi dan keanggotaan; pendidikan, seni dan budaya; pemuda dan olahraga; pengabdian dan bantuan hukum; pemberdayaan perempuan dan kesehatan; sosial dan keagamaan; ekonomi kreatif dan UMKM; media dan informatika; serta tani dan nelayan.
HIMAS Kaltim juga memiliki kepengurusan tingkat kabupaten/kota, meliputi DPC HIMAS Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Bontang, Paser, Penajam Paser Utara, Samarinda, Balikpapan, dan Berau.
Rangkaian acara pelantikan turut diisi dengan tari tradisional, lagu-lagu Bugis, pembacaan doa, menyanyikan lagu kebangsaan dan mars organisasi, pemberian cendera mata, peluncuran KTA HIMAS Kaltim, serta pembagian sejumlah doorprize dengan hadiah utama berupa paket umrah.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WITA tersebut berakhir pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 01.30 WITA. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan berjalan aman dan tertib.
( Alfian )







