Agam Simbar— jurnalpolisi.id
Bupati Agam, Benni Warlis, sampaikan apresiasi yang tinggi kepada Ikatan Keluarga Luhak Agam (IKLA) Provinsi Riau yang telah memasuki usia ke-25 tahun.
Hal itu disampaikannya dalam acara Syukuran Milad Perak IKLA Riau yang dirangkai dengan Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah di Pekanbaru, Minggu (19/4/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menilai perjalanan 25 tahun IKLA Riau merupakan bukti nyata kekompakan dan peran aktif perantau Agam dalam menjaga silaturahmi serta melestarikan adat dan budaya Minangkabau di tanah rantau.
“Usia perak ini bukan perjalanan singkat. IKLA telah menjadi wadah pemersatu yang mempererat hubungan kekeluargaan serta menjaga jati diri urang awak,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan kebanggaan terhadap masyarakat Luhak Agam di Riau yang dinilai berhasil di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, TNI/Polri, hingga dunia usaha. Menurutnya, hal ini mencerminkan prinsip hidup perantau Minangkabau, “dima bumi dipijak, disinan langik dijunjuang.”
Momentum Halal Bihalal, lanjutnya, menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat ukhuwah, saling memaafkan, serta memperkokoh kebersamaan antar sesama perantau dan dengan kampung halaman.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan kondisi Kabupaten Agam pasca bencana hidrometeorologi yang menimbulkan kerusakan signifikan, dengan estimasi kerugian mencapai lebih dari Rp4 triliun.
Pemerintah daerah saat ini tengah fokus pada pemulihan infrastruktur, ekonomi masyarakat, serta pembangunan hunian bagi warga terdampak.
“Kami terus berupaya mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, swasta, dan tentunya para perantau, untuk membantu pemulihan daerah,” jelasnya.
Ia pun mengajak keluarga besar IKLA Riau untuk terus berperan aktif dalam pembangunan Agam, baik melalui dukungan moril, jaringan, maupun kontribusi nyata.
Selain itu, Bupati memaparkan sejumlah program unggulan Pemerintah Kabupaten Agam, di antaranya program “Bangkik Dari Surau”, penguatan UMKM, pengembangan pariwisata, hingga penciptaan 1.000 entrepreneur muda.
Berbagai capaian juga telah diraih, baik di tingkat provinsi maupun nasional, sebagai bukti komitmen pemerintah dalam membangun daerah.
Di akhir sambutannya, Bupati berharap IKLA Riau dapat terus menjadi jembatan antara ranah dan rantau, serta tetap menjadi benteng pelestarian adat dan budaya Minangkabau, khususnya bagi generasi muda di perantauan.
“Semoga IKLA Riau semakin maju, solid, dan terus memberikan manfaat bagi anggota maupun kampung halaman,” ujarnya.( Syafrianto )