
KOTA SUKABUMI – jurnalpolisi.id
Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tingkat Kota Sukabumi menjadi ajang strategis dalam melestarikan bahasa dan budaya Sunda sekaligus menjaring talenta muda berprestasi untuk bersaing di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan yang digelar selama dua hari tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta kecintaan terhadap bahasa ibu melalui berbagai cabang perlombaan bernuansa budaya Sunda.Kamis (5/11/2026).
Ketua Panitia FTBI Kota Sukabumi, Irman Aprizal, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan festival ini diharapkan tidak hanya berjalan sukses, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan dan daya saing hingga tingkat provinsi.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat berlangsung lancar dan menghasilkan para juara terbaik yang siap berkompetisi di tingkat provinsi. Mudah-mudahan perwakilan Kota Sukabumi mampu kembali mengharumkan nama daerah melalui prestasi yang membanggakan,” ujar Irman.
Menurutnya, pelaksanaan FTBI jenjang SD diikuti para peserta terbaik hasil seleksi tingkat kecamatan. Setiap kecamatan mengirimkan sebanyak 28 peserta yang merupakan juara pertama dan kedua dari masing-masing bidang lomba kategori putra dan putri.
Sementara untuk jenjang SMP, seluruh sekolah negeri maupun swasta di Kota Sukabumi diundang untuk berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan para siswanya dalam bidang bahasa dan sastra Sunda.
Irman menuturkan, Kota Sukabumi memiliki rekam jejak prestasi yang cukup membanggakan pada penyelenggaraan FTBI tingkat Provinsi Jawa Barat tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, tahun lalu untuk jenjang SMP, Kota Sukabumi berhasil meraih medali emas pada bidang ngadongeng. Begitu juga pada bidang nembang pupuh, kita berhasil meraih juara pertama atau medali emas,” ungkapnya.
Selain jenjang SMP, peserta dari jenjang SD juga menunjukkan kemampuan dalam sejumlah bidang perlombaan, seperti sajak, bercerita, dan ngadongeng.
Capaian tersebut menjadi penyemangat bagi panitia dan peserta untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan serta mempertahankan tradisi prestasi Kota Sukabumi di tingkat Jawa Barat.
Lebih jauh, Irman menegaskan bahwa FTBI bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. Festival ini juga memiliki misi penting dalam menanamkan rasa bangga terhadap bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda, kepada generasi penerus bangsa.
Ia berharap para peserta tidak hanya menggunakan bahasa Sunda saat mengikuti perlombaan, tetapi juga membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
“Tetap semangat dan terus kembangkan potensi serta bakat kalian. Hayu urang ngamumulé basa urang, basa indung urang, nyaéta basa Sunda,” pesannya kepada seluruh peserta.
Pada kesempatan tersebut, Irman turut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan FTBI.
“Atas nama pribadi dan seluruh panitia, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak dinas yang telah mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan penyelenggaraan tahun ini bisa lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” tuturnya.
Melalui FTBI, diharapkan lahir generasi muda Kota Sukabumi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik dan keterampilan berbahasa, tetapi juga memiliki karakter kuat, berbudaya, serta bangga terhadap identitas daerahnya.
Festival ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelestarian bahasa Sunda dapat terus berjalan seiring perkembangan zaman, dengan menempatkan generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga warisan budaya leluhur.
Neng Nur




