
BALIKPAPAN – jurnalpolisi.id
Polda Kalimantan Timur terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung peningkatan kompetensi serta penyerapan tenaga kerja. Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN), sebanyak 80 lulusan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Balikpapan disiapkan untuk memasuki dunia kerja.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyerahan dan penempatan tenaga kerja yang berlangsung di BLKI Balikpapan, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E.., C.Fr.A., M.H., didampingi Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Rustam Mansur, S.I.K., M.M., serta sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Kaltim.
Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara Polda Kaltim, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur, Disnaker Kota Balikpapan, BLKI Balikpapan, dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kaltim.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan bahwa program tersebut menjadi langkah konkret untuk membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan agar memperoleh kesempatan kerja sesuai kompetensi yang dimiliki.
“Hari ini kita menyerahkan 80 lulusan BLKI Balikpapan yang siap untuk dipekerjakan. Ini merupakan komitmen bersama untuk membantu saudara-saudara kita yang masih belum mendapatkan pekerjaan agar memperoleh pekerjaan tetap, disertai pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha,” ujar Endar.
Kapolda menjelaskan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan perusahaan harus dibangun secara berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar proses pelatihan tenaga kerja memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan perusahaan.
Menurutnya, perusahaan perlu menyampaikan informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja, sementara lembaga pelatihan menyiapkan calon pekerja dengan kompetensi yang relevan.
“Ke depan, kami ingin mendorong agar input dan output-nya berimbang. Masyarakat yang mendapatkan pelatihan nantinya bisa ditampung di perusahaan. Perusahaan juga menyampaikan kebutuhan tenaga kerjanya sehingga siklus ini dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Endar menambahkan, peran kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung terciptanya kondisi sosial yang kondusif melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Polda Kaltim, lanjutnya, siap menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha, termasuk membantu penyelesaian persoalan hubungan industrial apabila terjadi perselisihan ketenagakerjaan.
“Kami ingin bersama-sama membangun masyarakat agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik, mendapatkan pekerjaan, serta memperoleh perlindungan,” tegasnya.
Kapolda juga berpesan kepada para peserta pelatihan agar mengikuti setiap tahapan pembelajaran secara serius dan sungguh-sungguh.
Ia menekankan bahwa pelatihan tidak boleh hanya dijadikan formalitas untuk memperoleh sertifikat, melainkan harus benar-benar menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.
“Kepada teman-teman yang sedang mengikuti pelatihan, lakukan dengan sebaik-baiknya sehingga kompetensinya benar-benar didapat. Jangan hanya sekadar formalitas untuk mendapatkan surat keterangan. Harapan kita, ketika keluar dari BLKI, kompetensinya sudah baik,” pesannya.
APINDO Kaltim Dukung Pengentasan Pengangguran
Ketua DPD APINDO Kalimantan Timur, Dr. Abriantinus, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Polda Kaltim melalui Program POLIRAN yang dinilai memiliki dampak positif terhadap upaya pengentasan pengangguran.
Menurutnya, persoalan pengangguran merupakan salah satu tantangan serius yang perlu ditangani bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.
“APINDO pada prinsipnya sangat mendukung program ini karena merupakan bagian dari kepedulian kepolisian untuk membantu, terutama dalam pengentasan masalah pengangguran,” ungkap Abriantinus.
Ia menjelaskan, meningkatnya jumlah masyarakat yang memperoleh pekerjaan diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi ekonomi dan mengurangi potensi munculnya persoalan sosial.
APINDO Kaltim juga berencana mengirimkan surat kepada perusahaan-perusahaan untuk menghimpun informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dan lowongan yang tersedia.
Informasi tersebut nantinya akan disinkronkan dengan data tenaga kerja yang telah mengikuti pelatihan di BLKI.
“Perusahaan-perusahaan akan kita minta menyampaikan lowongan yang tersedia agar bisa kita koneksikan dengan Disnaker sesuai kebutuhan dan angkatan kerja yang sudah tersedia,” jelasnya.
Abriantinus turut mengapresiasi keterlibatan kepolisian dalam program ketenagakerjaan. Menurutnya, upaya tersebut memiliki relevansi dengan pemeliharaan kondusivitas daerah.
Ia menyebutkan, berdasarkan data sementara APINDO, angka pengangguran di Kalimantan Timur berada di kisaran 4,3 persen. Selain itu, kondisi sektor pertambangan batu bara yang sempat terdampak persoalan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) juga disebut berpengaruh terhadap tenaga kerja, dengan lebih dari 10.000 pekerja terdampak dalam berbagai kondisi.
Disnakertrans Kaltim: Tingkat Penyerapan Alumni BLKI Meningkat
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Provinsi Kalimantan Timur, H. Rozani SH , M.Si., menyampaikan bahwa program penyaluran alumni BLKI ke dunia kerja merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas kesempatan kerja.
Ia mengapresiasi dukungan Kapolda Kaltim beserta jajaran dalam memperkuat upaya penempatan tenaga kerja yang selama ini telah dilaksanakan oleh Disnakertrans bersama BLKI dan dunia usaha.
Rozani mengungkapkan bahwa tingkat penyerapan alumni BLKI ke dunia kerja menunjukkan peningkatan.
“Kalau tahun sebelumnya kurang lebih 60 persen alumni yang terserap, tahun ini sudah mencapai 71 persen. Mudah-mudahan dengan dukungan Bapak Kapolda dan jajaran, tingkat penyerapan ini bisa meningkat hingga 100 persen,” ujarnya.
Menurut Rozani, pelatihan keterampilan tanpa diikuti penempatan kerja belum sepenuhnya memberikan hasil optimal. Karena itu, kolaborasi dengan perusahaan menjadi bagian penting dalam memastikan alumni BLKI dapat mengimplementasikan keterampilan yang telah diperoleh.
Ia berharap Program POLIRAN dapat terus berjalan dan dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat, khususnya warga Balikpapan, memperoleh kesempatan bekerja.
“Kalau mereka sudah menjadi karyawan, tentu bukan hanya membanggakan diri sendiri, tetapi juga keluarga dan daerahnya. Kami berharap program ini terus berjalan untuk menurunkan tingkat pengangguran dan mendukung terwujudnya Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas,” tuturnya.
Perkuat Keterhubungan Pelatihan dan Kebutuhan Industri
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sejumlah perwakilan perusahaan yang berperan dalam proses penempatan tenaga kerja, di antaranya PT Karsa Maju Bersama, PT Mil Teknik Bersaudara, dan Kanat Kitchen.
Beberapa alumni BLKI yang telah bekerja di perusahaan tersebut juga menjadi bukti bahwa pelatihan keterampilan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan.
Program POLIRAN diharapkan mampu membangun sistem ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi, mulai dari identifikasi kebutuhan perusahaan, pelatihan kompetensi, hingga penempatan tenaga kerja.
Melalui sinergi antara Polda Kaltim, Disnakertrans, BLKI, APINDO, dan dunia usaha, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pengurangan pengangguran di Kalimantan Timur diharapkan semakin optimal.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung pembangunan daerah, memperkuat kesejahteraan masyarakat, dan menjaga stabilitas keamanan melalui pemberdayaan ekonomi.
( Alfian )




