
Labuhan Batu – jurnalpolisi.id
Ada rasa rindu yang dirasakan ribuan siswa di Labuhanbatu. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sioldengan 3 milik Yayasan Hasnah Kuliner Putri yang selama ini setia menyajikan Makan Bergizi Gratis (MBG), terpaksa berhenti beroperasi sementara mulai 2 November 2026.
Penutupan ini bukan karena kualitas makanan buruk atau kasus keracunan. Dapur kebanggaan warga Labuhanbatu ini hanya terdampak kebijakan suspend khusus dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyasar 6.097 SPPG di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, 1.801 SPPG berada di wilayah Sumatera. Langkah BGN ini merupakan evaluasi besar-besaran untuk memastikan program prioritas Presiden berjalan tertib secara administrasi dan tepat sasaran.
Sebelumnya, BGN memang telah memberikan sanksi pemberhentian sementara terhadap 129 SPPG nasional, dengan 41 SPPG di Sumatera Utara. Namun, Yayasan Hasnah Kuliner Putri Labuhanbatu dipastikan tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional Kabupaten Labuhanbatu, Prisila. Ia meluruskan agar masyarakat tidak salah paham dan tidak termakan isu miring.
“Adapun SPPG Sioldengan 3 Yayasan Hasnah Kuliner hanya terkena suspend khusus per 2 November. Tidak masuk dalam daftar 41 SPPG Sumut sebelumnya,” ungkap Prisila dengan jelas.
Menurut Prisila, penyebab suspend murni persoalan teknis administrasi, yaitu keterlambatan mengupload Laporan Penggunaan Dana Harian (LPDH). Laporan ini wajib diisi setiap hari, bahkan saat dapur libur PJJ.
“Suspend disebabkan tidak lengkapnya laporan LPDH. Adapun LPDH harus dilaporkan setiap hari, namun terdapat beberapa hari LPDH tidak diupload pada masa PJJ, dimana SPPG dalam keadaan tidak operasional,” tambahnya.
Kini, dapur tersebut ditutup sementara sesuai surat suspend Tawwas Nomor: 5358/D.TWS/10/2026, hingga terbit surat pencabutan dan izin operasional kembali. Pelayanan kepada penerima manfaat pun dihentikan untuk sementara waktu.
Namun dari pantauan awak media di lapangan, Dapur SPPG Yayasan Hasnah Kuliner Putri Labuhanbatu sejatinya adalah dapur yang terbaik dan paling layak. Secara mekanisme, kebersihan, dan kualitas makanan, dapur ini sudah sesuai harapan masyarakat dan sangat bermanfaat bagi siswa penerima MBG.
Tak heran, doa dan harapan besar datang dari para siswa, orang tua, dan guru. Mereka sangat menantikan dapur kesayangan mereka ini segera beroperasi kembali seperti sedia kala untuk menyalurkan paket MBG yang sudah dirindukan.
“Kami kangen makan dari Hasnah Kuliner. Semoga cepat buka lagi,” ujar salah seorang siswa penerima MBG yang ditemui, mewakili ribuan siswa lainnya yang merasakan manfaat nyata program ini.
Dukungan juga datang dari pentolan DHN KPK PEPANRI Kabupaten Labuhanbatu, Nurazman Nasution. Ia sangat yakin dapur ini akan segera bangkit karena persoalannya bukan substansi makanan.
“Penyebab suspend massal kali ini bukanlah kasus keracunan MBG, melainkan ketidakpatuhan administrasi berupa LPDH. Kita yakin dan percaya Dapur SPPG Hasnah Kuliner Putri akan segera beroperasi kembali karena sudah menyelesaikan administrasinya,” ungkap Nurazman penuh optimis.
BGN sendiri memberikan waktu maksimal 10 hari kalender untuk perbaikan administrasi. Dengan komitmen kuat dari Yayasan Hasnah Kuliner Putri, masyarakat Labuhanbatu optimis dapur ini akan segera kembali beroperasi dan terus memberikan manfaat terbaik untuk gizi anak bangsa.
Reporter JPN
Eka Hombing




