
Pancur Jaya, jurnalpolisi.id
3 Agustus 2026 – Pemerintah Desa Pancur Jaya menggelar Rembug Stunting Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Musyawarah Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027. Kegiatan yang didanai melalui Anggaran Dana Desa tersebut berlangsung di Balai Pertemuan Desa Pancur Jaya pada Senin (03/08/2026).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj.) Kepala Desa Pancur Jaya, dr. Nelya Sasmita, dan dihadiri Ketua BPD Sabsuandi, A.Md., Sekretaris Desa Fery Permana, Korcam Dana Desa, Ketua TP PKK Desa Pancur Jaya Sri Roviqo, S.E., Pendamping Pembangunan Herlina, A.Md., Kepala UPT Puskesmas Pancur Jaya, kepala sekolah PAUD, tenaga kesehatan, kader Posyandu, perwakilan sekolah, perangkat dan lembaga desa, serta siswa magang dari SMKN 1 Rupat Utara, SMKN 2 Rupat, dan SMKN 2 Rupat Utara.
Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama.
Selanjutnya, Kader Stunting Inez Agnesia Riswana memaparkan laporan perkembangan penanganan stunting di Desa Pancur Jaya selama tahun 2026. Laporan tersebut meliputi data perkembangan anak, jumlah kasus stunting, kondisi ibu hamil, serta berbagai program yang telah dilaksanakan dalam upaya menekan angka stunting di desa.
Dalam sambutannya, Korcam Dana Desa menegaskan bahwa penanganan stunting tetap menjadi salah satu program prioritas pemerintah meskipun kondisi anggaran saat ini mengalami keterbatasan.
“Melalui Dana Desa, pemerintah tetap memberikan ruang dan prioritas utama dalam penanganan stunting agar anak-anak kita tumbuh sehat dan bebas dari stunting. Kami juga mengimbau seluruh kader kesehatan agar mengusulkan kebutuhan yang diperlukan sehingga dapat dimasukkan dalam RKPDes Tahun 2027,” ujarnya.
Sementara itu, Pj. Kepala Desa Pancur Jaya, dr. Nelya Sasmita, menyampaikan bahwa pemerintah desa terus berupaya mempercepat penurunan angka stunting melalui berbagai program, di antaranya bantuan rumah layak huni, bantuan sanitasi, pemberian makanan bergizi berupa bantuan susu, serta penyuluhan mengenai bahaya pernikahan dini sebagai langkah pencegahan stunting.
Menurutnya, berbagai program tersebut telah menunjukkan hasil yang positif. Angka stunting di Desa Pancur Jaya mengalami penurunan signifikan, dari tujuh anak yang sebelumnya terdata mengalami stunting, kini tersisa dua anak.
“Alhamdulillah, penurunan angka stunting di Desa Pancur Jaya menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kami berharap pada tahun mendatang tidak ada lagi anak yang teridentifikasi stunting sehingga seluruh anak dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” tegasnya.
Setelah pelaksanaan Rembug Stunting, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Penyusunan RKPDes Tahun 2027. Dalam forum tersebut, berbagai usulan pembangunan disampaikan oleh UPT Puskesmas, pengurus rumah ibadah, sekolah PAUD dan SD, kader kesehatan, TP PKK, perangkat desa, serta berbagai lembaga kemasyarakatan sebagai bahan penyusunan program prioritas pembangunan desa tahun mendatang.
Musyawarah berlangsung tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi demi mewujudkan pembangunan desa yang lebih maju, sehat, dan sejahtera.
Menutup kegiatan, dr. Nelya Sasmita berharap seluruh hasil musyawarah dapat diwujudkan melalui program-program yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap seluruh hasil rembug dan usulan yang telah disampaikan hari ini dapat direalisasikan melalui program pembangunan Desa Pancur Jaya Tahun 2027 demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan desa yang semakin maju,” tutupnya.
Jika diinginkan,




