Cilacap, – jurnalpolisi.id
Kampung Laut, “Gerakan Tanam Padi Serentak Se-Indonesia kembali digelar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, dan khusus wilayah Provinsi Jawa Tengah, kegiatan ini dipusatkan sepenuhnya di Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Lokasi ini menjadi perwakilan utama provinsi berkat keberadaan Brigade Pangan Muda Berkarya, kelompok petani milenial yang aktif mengelola lahan optimalisasi seluas 190 hektar di wilayah tersebut, (31 Mei 2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh unsur Dinas Pertanian, jajaran Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YOMA), Kepala BRMP, serta para anggota Brigade Pangan dari berbagai wilayah. Sebagai perwakilan, Ina Fitria Ismarlin – Petugas Penghubung (LO) Kabupaten Cilacap dari Polbangtan YOMA – menjelaskan bahwa pembinaan seluruh Brigade Pangan se-Jawa Tengah berada di bawah tanggung jawab Bapak R. Hermawan, S.P., M.P. (Direktur Polbangtan YOMA).
“Saat ini tercatat ada 58 Brigade Pangan yang tersebar di 21 kabupaten se-Jawa Tengah. Tahun ini target kami semakin besar: pembentukan 99 Brigade Pangan baru dan 1 unit CSR. Syarat utamanya, satu kelompok wajib mengelola minimal 150 hektar lahan, baik lahan tidur, lahan optimalisasi maupun cetak sawah,” ungkap Ina di lokasi kegiatan.
Brigade Pangan Muda Berkarya sendiri dibentuk pada tahun 2025, beranggotakan anak muda usia 19–39 tahun. Mereka menjadi tulang punggung di Kampung Laut, menjalankan budidaya padi sekaligus merintis unit usaha lain: mulai pembibitan, jasa alsintan, hingga pengolahan hasil pertanian. Ke depan, akan dibentuk kembali brigade baru untuk memperluas jangkauan pengelolaan lahan.
Direktur Polbangtan YOMA, R. Hermawan, menegaskan Kampung Laut dipilih sebagai pusat karena memiliki potensi lahan sangat besar dan dikelola generasi muda yang semangatnya masih tinggi. “Mereka tidak cuma menanam, tapi membangun sistem usaha mandiri. Ini model yang akan kami terapkan ke seluruh daerah,” ujarnya.
Tujuan utama kegiatan ini adalah mempercepat penanaman sebelum musim kemarau, meningkatkan luas tanam, sekaligus memastikan setiap lahan potensial tergarap maksimal. Pemerintah berharap kehadiran Brigade Pangan bisa menjadi ujung tombak swasembada, menjawab tantangan tenaga kerja, serta menjadikan pertanian profesi yang menjanjikan bagi anak muda.
“Kendala pasti ada, mulai akses air, alat, hingga pemasaran. Tapi semangat anak muda ini luar biasa. Insya Allah semua tantangan bisa diselesaikan dengan tuntas,” tambah Ina.
Gerakan Tanam Serentak ini mencakup ribuan hektar lahan di seluruh Indonesia. Di Jawa Tengah, Kampung Laut menjadi bukti nyata bahwa regenerasi petani dan pengelolaan lahan terpadu adalah kunci menjaga ketersediaan beras nasional yang stabil dan berkelanjutan.
(Syai)