Rupat — jurnalpolisi.id
Jumat 22 Mei 2026 Sulitnya akses bahan bakar minyak (BBM) di wilayah pelosok desa Pulau Rupat kembali menjadi keluhan masyarakat. Jarak tempuh menuju SPBU yang cukup jauh membuat warga harus menempuh perjalanan panjang hanya untuk mendapatkan minyak bagi kendaraan mereka.
Peristiwa ini dialami salah seorang warga Rupat yang kehabisan minyak di tengah perjalanan saat hendak menuju SPBU Teluk Lecah.
Kondisi tersebut semakin sulit karena di sepanjang jalan hampir tidak ditemukan penjual minyak eceran.
Akibat kehabisan BBM, motor warga tersebut akhirnya harus diangkut menggunakan mobil Colt Diesel milik warga lain yang kebetulan melintas di lokasi. Kejadian itu menjadi gambaran nyata sulitnya akses kebutuhan BBM bagi masyarakat di daerah pelosok.
“Susah kali cari minyak di sini. Mau ke SPBU jauh, pengecer pun susah ditemui. Untung ada warga yang lewat dan mau membantu,” ungkap warga tersebut dengan nada kesal.
Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan solusi nyata terhadap persoalan distribusi BBM di wilayah Rupat, khususnya desa-desa yang jauh dari SPBU.
Mereka menilai kebutuhan minyak merupakan kebutuhan penting bagi aktivitas sehari-hari warga, terutama untuk bekerja dan bepergian.
Dengan penuh kekecewaan, warga juga membandingkan kondisi di daerah lain yang lebih mudah mendapatkan BBM.
“Kesal kami. Di Dumai minyak berserak di tepi jalan, kami di Rupat ini kenapa susah betul cari minyak,” ujar warga yang motornya diangkut menggunakan mobil Colt Diesel tersebut.
Warga berharap dalam waktu dekat ada langkah nyata dari pemerintah agar masyarakat pelosok tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan BBM.