Balikpapan jurnalpolisi.id
Seorang anak penghuni Panti Asuhan Jabal Rahmah di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan akibat luka yang diduga berkaitan dengan insiden perkelahian. Kasus tersebut kini dalam penanganan aparat kepolisian guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Korban diketahui berinisial AF (11), penghuni Panti Asuhan Jabal Rahmah yang berlokasi di Jalan Marsma R. Iswahyudi, Gang Istaka Karya, Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Selatan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa bermula pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 18.30 WITA ketika korban diduga terlibat perkelahian dengan seorang remaja berinisial NC (15) di area belakang panti asuhan. Perkelahian tersebut diketahui oleh sejumlah teman korban yang berada di lokasi.
Usai kejadian, korban pulang dalam kondisi menangis dan mengeluhkan sakit akibat luka yang dialaminya. Menurut keterangan keluarga, korban mengalami memar pada bagian wajah serta benjolan di kepala.
Dua hari kemudian, tepatnya pada Senin (8/6/2026), korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis dan sempat menjalani rawat inap selama dua hari.
Berdasarkan keterangan keluarga, dokter menyarankan tindakan operasi karena diduga terdapat cedera pada bagian rahang. Namun tindakan tersebut tidak terlaksana.
Korban kemudian dipulangkan dari rumah sakit pada Rabu (10/6/2026). Selama berada di rumah, kondisi kesehatannya dilaporkan terus menurun. Keluarga menyebut korban mengalami kesulitan membuka mulut sehingga tidak dapat makan selama beberapa hari.
Pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 05.00 WITA, korban ditemukan telah meninggal dunia. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, petugas dari Unit Inafis Satreskrim Polresta Balikpapan bersama personel Polsek Balikpapan Selatan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan lokasi.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Dr. Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan untuk dilakukan visum dan pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy S.I.K.S.H melalui
Kapolsek Balikpapan Selatan Kompol Abu Sangit S.H MH melalui laporan awal menyebutkan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan. Polisi juga mendalami dugaan keterkaitan antara perkelahian yang terjadi sebelumnya dengan meninggalnya korban.
Saat ini penanganan perkara telah dikoordinasikan dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Balikpapan mengingat seluruh pihak yang terlibat masih berstatus anak di bawah umur.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan resmi sebelum menarik kesimpulan terkait penyebab kematian korban. Polisi menegaskan akan menangani kasus tersebut secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan anak-anak dan menyoroti pentingnya pengawasan, perlindungan, serta penanganan cepat terhadap korban kekerasan di lingkungan tempat tinggal maupun lembaga pengasuhan anak.
( Alfian )