
Langgur,: Jurnalpolisi.id
Wakil Bupati Maluku Tenggara, Carlos Viali Rahantoknam, Selasa (28/06/2026) didampingi Kepala Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN (Kemendukbangga) Provinsi Maluku Dr. Edi Setiawan, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Selain Sosialisasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, juga dilakukan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati). Kegiatan yang berlangsung di aula kantor Bupati Maluku Tenggara tersebut, menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Maluku Tenggara.
Mengutip sambutan Bupati yang dibacakan Wabup Viali Rahantoknam menegaskan bahwa stunting masih menjadi salah satu tantangan pembangunan sumber daya manusia yang harus ditangani secara serius. Menurutnya, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi berdampak langsung terhadap kualitas kesehatan, kecerdasan, produktivitas, hingga daya saing generasi penerus bangsa.
“GENTING merupakan gerakan nyata yang mengedepankan semangat gotong royong. Penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar setiap anak memperoleh haknya untuk tumbuh sehat dan berkembang secara optimal,” ujar Wakil Bupati.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berkomitmen mendukung seluruh program strategis BKKBN dalam meningkatkan kualitas keluarga. Menurutnya, keberhasilan penurunan stunting akan menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
Wabup juga mengajak para pelaku usaha, lembaga keagamaan, organisasi sosial, hingga individu yang memiliki kemampuan untuk menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.
Bantuan yang diberikan, katanya, tidak hanya berupa dukungan materi, tetapi juga pendampingan, edukasi, serta kepedulian terhadap kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita.
“Semangat kepedulian sosial harus terus kita bangun. Ketika masyarakat bergerak bersama membantu keluarga yang membutuhkan, maka kita sedang menyiapkan generasi Maluku Tenggara yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” katanya.
Program GENTING merupakan salah satu inovasi BKKBN yang bertujuan menghubungkan keluarga berisiko stunting dengan para donor atau orang tua asuh. Melalui program ini diharapkan kebutuhan gizi, kesehatan, serta pendampingan keluarga sasaran dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai mekanisme pelaksanaan Program GENTING, mulai dari pendataan keluarga sasaran, proses pendampingan, hingga pola kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Materi juga menekankan pentingnya intervensi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program.
Oleh sebab itu, seluruh organisasi perangkat daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader keluarga, hingga mitra pembangunan diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam melakukan pendampingan kepada keluarga sasaran.
Selain membuka kegiatan, Wakil Bupati juga mengapresiasi BKKBN yang terus menghadirkan berbagai inovasi dalam percepatan penurunan stunting. Menurutnya, pendekatan berbasis kolaborasi seperti Program GENTING menjadi langkah strategis untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan semakin banyak pihak yang memahami pentingnya keterlibatan dalam Program GENTING. Semangat gotong royong yang menjadi ciri masyarakat Indonesia diyakini mampu memperkuat upaya pemerintah dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi masa depan.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan sosialisasi tersebut sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, target percepatan penurunan stunting di Kabupaten Maluku Tenggara diharapkan dapat tercapai secara berkelanjutan.
Dan sebagai informasi hadir dalam kegiatan yang berlangsung di aula kantor bupati tersebut, Plt Sekertaris Daerah Rasyid, Plt DPPKBP Titus Betaubun, Forkopimda dan jajaran OPD Kabupaten Maluku Tenggara.
Publish by (Melky_JPN)




