
BANDUNG BARAT, jurnalpolisi.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menunjukkan perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan khusus. Wakil Bupati Bandung Barat Drs. H. Asep Ismail M.Si., bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan KBB dr. Hj. Lia Nurliana Sukandar, M.M.Kes., melakukan kunjungan kepada seorang anak dengan Down Syndrome di Kampung Nyalindung, RT 001/RW 010, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, KBB, Kamis (13/8/2026).
Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB tersebut tidak hanya menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan kesinambungan pelayanan kesehatan bagi anak dan keluarganya.
Berdasarkan informasi tenaga kesehatan setempat, pendampingan terhadap anak tersebut telah berlangsung sejak masa kehamilan ibunya.
Saat mengetahui dirinya hamil, sang ibu menjalani pemeriksaan kehamilan di Polindes Tugumukti. Ketika usia kehamilan memasuki sekitar enam bulan, ibu kemudian diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan dan pemantauan lebih lanjut di Puskesmas Pasirlangu.
Dalam pemeriksaan di Puskesmas Pasirlangu, tenaga kesehatan menemukan tekanan darah ibu sekitar 180/100 mmHg. Kondisi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pelayanan medis dan rujukan ke RS Mitra Kasih untuk memperoleh pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut.
Setelah proses persalinan, ibu mendapatkan pelayanan dan kontrol pascaoperasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pada periode tersebut, bayi juga mendapatkan perawatan di RSHS karena membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Ketika berusia sekitar dua bulan, bayi kembali mendapatkan pemantauan melalui Puskesmas Pasirlangu. Untuk menunjang kebutuhan perawatannya, dilakukan pemasangan OGT (Oral Gastric Tube) serta pemantauan oleh tenaga kesehatan.
Penggantian OGT juga dilakukan secara berkala di Puskesmas Pasirlangu, berdasarkan keterangan tenaga kesehatan setempat, sekitar satu kali dalam sepekan.
Rangkaian pelayanan tersebut menunjukkan adanya kesinambungan penanganan melalui jejaring fasilitas kesehatan, mulai dari Polindes Tugumukti, Puskesmas Pasirlangu, RS Mitra Kasih hingga RSHS Bandung, dengan melibatkan bidan desa dan tenaga kesehatan terkait.
Dalam mendukung akses pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan KBB juga memfasilitasi kepesertaan BPJS Kesehatan sehingga ibu dan anak dapat memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan serta rujukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Wabup Asep Ismail Berikan Bantuan
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail memberikan bantuan berupa uang tunai dan sembako kepada keluarga sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan KBB dr. Lia memberikan bantuan berupa uang tunai, susu formula khusus, oksigen konsentrator beserta oksigen konsentrat, serta bingkisan buah untuk menunjang kebutuhan anak dan keluarganya.
Didampingi Kepala Puskesmas Pasirlangu, Dalam kunjungan tersebut dr. Lia menyampaikan, bahwa kehadiran jajaran Dinas Kesehatan KBB menjadi bagian dari koordinasi untuk memastikan pemantauan dan pelayanan kesehatan terhadap anak berkebutuhan khusus tetap berjalan sesuai kebutuhan.

Pemerintah Diminta Tak Berhenti pada Bantuan
Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian Pemkab Bandung Barat terhadap anak yang membutuhkan dukungan khusus beserta keluarganya.
Lebih dari sekadar penyerahan bantuan, kesinambungan pelayanan menjadi bagian penting karena kondisi anak membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala.
Koordinasi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, bidan desa, pihak keluarga, serta fasilitas kesehatan rujukan diharapkan terus diperkuat agar kebutuhan pelayanan kesehatan dapat ditangani secara berkelanjutan.
Dengan demikian, perhatian pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan khusus tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui pendampingan dan akses pelayanan kesehatan yang terus berjalan.
Kunjungan Wakil Bupati Bandung Barat Drs. H. Asep Ismail M.Si., bersama jajaran Dinas Kesehatan sebagai bagian dari upaya Pemerintah daerah memperkuat kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung Barat. **(DRIV)



