
CISARUA, SUKABUMI, jurnalpolisi.id
17-08-2026 — Pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan tidak hanya diajarkan di dalam kelas melalui teori, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata. Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Bermain (KOBER) Kinanti RW 19 Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, pada Sabtu (15/8/2026). Warga sekolah kembali menggelar kegiatan pengumpulan dan penimbangan sampah anorganik hasil program Bank Sampah Swa-Pilah.
Kegiatan rutin ini melibatkan kolaborasi erat antara para pendidik, anak didik, serta peran aktif para orang tua murid. Melalui skema Swa-Pilah, proses pengelolaan sampah dimulai dari lingkungan rumah tangga masing-masing. Setiap keluarga memilah sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan kardus sebelum dibawa oleh para murid ke sekolah.
Di sekolah, sampah-sampah tersebut dikumpulkan dan ditimbang oleh petugas/pengepul sampah setempat. Hasil penimbangan ini kemudian dikonversi menjadi rupiah dan ditabung ke dalam Kas/Tabungan Bank Sampah Swa-pilah Sekolah. Hasil ekonomi dari pemilahan sampah tersebut nantinya dimanfaatkan kembali untuk mendukung dan menunjang berbagai kebutuhan operasional maupun fasilitas belajar murid di KOBER Kinanti.
Kepala KOBER Kinanti, Lina Herlina, menegaskan bahwa komitmen dan konsistensi warga sekolah dalam menjaga lingkungan ini telah terbangun sejak tahun 2019. Menurutnya, persoalan sampah dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diikhtiarkan secara berkelanjutan.
“Isu lingkungan dan pengelolaan sampah ini sudah menjadi perhatian serius kami di KOBER Kinanti sejak tahun 2019. Kami ingin membiasakan anak-anak serta seluruh warga sekolah dan lingkungan sekitar untuk lebih peduli terhadap bumi,” ujar Lina Herlina.
Lina menambahkan, edukasi pengelolaan lingkungan sejak usia dini ini juga selaras dengan pesan moral dan nilai-nilai keagamaan, seperti yang tertera dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rum Ayat 41, yang mengingatkan manusia bahwa berbagai kerusakan di darat dan di laut terjadi akibat perbuatan tangan manusia sendiri. Oleh karena itu, menanamkan kesadaran untuk tidak merusak lingkungan serta aktif melakukan pemulihan/pengelolaan sampah sejak dini adalah benteng penting agar generasi mendatang lebih bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.
Melalui program Bank Sampah Swa-Pilah ini, KOBER Kinanti RW 19 Kelurahan Cisarua membuktikan bahwa edukasi lingkungan hidup yang diintegrasikan dengan pemberdayaan ekonomi keluarga/sekolah dapat berjalan berdampingan, menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, sekaligus bernilai tambah bagi pendidikan anak usia dini.
Neng Nur




