Kutai Timur jurnalpolisi.id
Untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman serta mencegah terjadinya penimbunan maupun pengisian berulang oleh pengetap, personel Polsek Bengalon melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan di sejumlah SPBU yang berada di wilayah Kecamatan Bengalon, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut menyasar beberapa SPBU, di antaranya SPBU Chica Madin di Desa Sepaso Selatan, SPBU DRS H.M. Yapi di Desa Sepaso Barat, SPBU AKR di Desa Sepaso, serta SPBU Nuansa Tepian Baru di Desa Tepian Baru.
Dalam pengecekan tersebut, petugas memantau langsung stok BBM jenis Pertalite, Pertamax, Solar dan Dexlite, termasuk memonitor proses distribusi dan rencana pengiriman dari pihak Pertamina ke masing-masing SPBU.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa stok BBM di wilayah Kecamatan Bengalon secara umum masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Selain itu, dari hasil pengecekan di lapangan juga tidak ditemukan adanya indikasi kecurangan niaga maupun praktik penimbunan BBM.
Petugas juga memberikan imbauan kepada pengelola SPBU agar melayani konsumen sesuai aturan yang berlaku dan tidak melayani pengisian berulang yang berpotensi disalahgunakan oleh pengetap.
Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, mengatakan kegiatan monitoring rutin dilakukan sebagai langkah antisipasi guna menjaga stabilitas distribusi BBM di wilayah hukum Polsek Bengalon.
“Kami ingin memastikan distribusi BBM berjalan lancar, stok tersedia, dan masyarakat tetap dapat memperoleh BBM dengan aman tanpa adanya praktik penyimpangan,” ujar AKP Asriadi.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pengawasan bersama pihak terkait untuk mengantisipasi potensi pelanggaran di lapangan.
“Dari hasil pengecekan sementara, situasi masih aman dan kondusif. Tidak ditemukan panic buying maupun kecurangan niaga. Kami juga mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas turut mencatat adanya kenaikan harga BBM jenis Dexlite yang sebelumnya berada di angka Rp24.150 per liter menjadi Rp26.600 per liter. Meski demikian, kondisi di lapangan masih terpantau normal dan aktivitas masyarakat di SPBU berjalan lancar.
Polsek Bengalon memastikan akan terus melakukan pengawasan secara berkala guna menjaga stabilitas distribusi energi dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di tengah masyarakat.
(.Alfian )