
Sorong Selatan – jurnalpolisi.id
Kepada Tim Media ini Rabu 26/08/2026 Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Oyo Papua Sorong Selatan kembali membuka kesempatan bagi generasi muda Papua untuk menempuh pendidikan tinggi di daerah sendiri.
menyatakan pihaknya siap menggelar kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus bagi mahasiswa angkatan berikutnya pada September 2026.
Hal tersebut disampaikan Yoseph Bles pada Selasa, 25 Agustus 2026, di Wernas, Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya.
Menurut Yoseph, kehadiran STIH Oyo Papua memiliki sejarah panjang dalam perjalanan pendidikan tinggi di Sorong Selatan. Perguruan tinggi tersebut telah menjadi salah satu pionir pendidikan tinggi di daerah itu dan selama perjalanan pengabdiannya telah menghasilkan banyak alumni yang kini mengabdi di berbagai bidang.
“Kami mengajak anak-anak Papua untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan. Tidak semua harus keluar daerah. Pendidikan tinggi juga bisa ditempuh di daerah sendiri, dengan kualitas akademik yang terus kami jaga,” ujar Yoseph.
Berizin dan Memperkuat Program Studi Ilmu Hukum
Yoseph menjelaskan, STIH Oyo Papua kini terus melakukan pembenahan setelah memperoleh izin operasional berdasarkan SK Nomor 308/B/0/2025 tanggal 6 Mei 2025. Saat ini, program studi yang dijalankan adalah Ilmu Hukum.
Ia mengatakan, sebelumnya STIH Oyo Papua telah menjalin berbagai kerja sama pendidikan dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Cenderawasih, dalam rangka membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di Sorong Selatan dan sekitarnya.
“Sekarang kami berdiri dan mengembangkan lembaga ini dengan semangat baru. Kami ingin menciptakan sarjana hukum yang unggul, berintegritas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Papua,” katanya.
Didukung Dosen Bergelar Magister Hukum
Dalam menjalankan proses akademik, STIH Oyo Papua didukung tenaga pengajar yang memiliki latar belakang pendidikan magister hukum. Di antaranya Yoseph Bles, S.H., M.H.; Faisal, S.H., M.H.; Isnaini Arsyad, S.H., M.H.; Syarrif Nari, S.H., M.H.; dan Riky, S.H., M.H., serta dosen cadangan Meoya Papare, S.H., M.H.
Yoseph menegaskan, kualitas akademik menjadi perhatian utama agar lulusan STIH Oyo Papua mampu bersaing dan memberikan kontribusi di berbagai sektor.
Alumni Tersebar di Birokrasi, Politik hingga Lembaga Negara
Lebih dari dua dekade perjalanan pendidikan Oyo Papua telah melahirkan alumni yang tersebar di berbagai bidang pengabdian.
Para alumni disebut telah berkiprah dalam pemerintahan, pendidikan, kepolisian, politik dan berbagai lembaga publik lainnya di Sorong Selatan maupun wilayah Papua Barat Daya.
Di sektor pendidikan, sejumlah alumni bahkan telah dipercaya menjadi kepala sekolah dan menduduki berbagai posisi strategis. Hal tersebut, menurut Yoseph, menjadi bukti bahwa pendidikan yang dibangun sejak awal telah memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Kalau melihat alumni yang sudah tersebar, ada yang menjadi kepala sekolah, bekerja di birokrasi, kepolisian, politik dan lembaga lainnya. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” jelasnya.
Pendidikan untuk Mengangkat Harkat dan Martabat Orang Papua
Yoseph menegaskan bahwa tujuan utama STIH Oyo Papua bukan sekadar mencetak sarjana, tetapi juga membangun sumber daya manusia Papua yang mampu mengabdi dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Ia berharap kehadiran kampus tersebut dapat menjadi alternatif bagi anak-anak Papua yang memiliki keterbatasan ekonomi, persoalan keluarga, atau kendala lainnya sehingga belum dapat melanjutkan pendidikan ke luar daerah.
“Harapan kami, anak-anak yang belum sempat kuliah ke luar daerah dapat memanfaatkan perguruan tinggi yang ada di sini. Kami ingin pendidikan tinggi menjadi pintu untuk mengangkat harkat dan martabat orang Papua,” ujarnya.
Dorong Penguatan Kajian Tanah Adat
Selain pendidikan hukum secara umum, STIH Oyo Papua juga memberikan perhatian terhadap persoalan tanah adat dan masyarakat hukum adat yang menjadi isu penting di Tanah Papua.
Yoseph menyebut pihaknya telah terlibat dalam berbagai kegiatan pemetaan dan penguatan pemahaman masyarakat mengenai wilayah adat, termasuk di Sorong Selatan dan Maybrat.
Menurutnya, perguruan tinggi harus hadir di tengah masyarakat dan pemerintah daerah sebagai mitra strategis dalam menyediakan kajian akademik, pendampingan serta sumber daya manusia.
“Kami berharap ada sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Kami menyiapkan SDM, sementara pemerintah dapat membuka ruang kolaborasi sehingga bersama-sama kita membangun masyarakat,” katanya.
Ajak Generasi Muda Papua Bergabung
Menghadapi pembukaan kegiatan akademik dan penerimaan mahasiswa baru, Yoseph kembali mengajak generasi muda Papua, khususnya dari Sorong Selatan, Maybrat dan wilayah Papua Barat Daya, untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan tinggi di daerah sendiri.
Ia optimistis STIH Oyo Papua dapat terus berkembang sebagai pusat pendidikan hukum yang melahirkan generasi Papua berpendidikan, berintegritas dan siap mengabdi kepada masyarakat.
“Ilmu yang kita dapat dari luar jangan hanya dibawa pergi. Ilmu itu harus kita bawa pulang dan kita semaikan di negeri sendiri. Itulah semangat kami membangun STIH Oyo Papua,” pungkas Yoseph Bles.
STIH Oyo Papua — Pendidikan, Pengabdian dan Masa Depan Generasi Papua.
[ Rilis : TIM JPN ]




