
Kerinci- jurnalpolisi.id
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, menuai sorotan publik. Sejumlah wali murid mengeluhkan porsi makanan yang dinilai terlalu sedikit dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat terhadap program nasional tersebut.
Keluhan itu mencuat setelah beredarnya foto menu MBG yang diterima siswa Taman Kanak kanak dan Paud, pada Rabu 15 Juli 2026 Dalam foto tersebut terlihat satu porsi makanan berisi nasi putih dalam jumlah terbatas, Risol satu buah, Naget (Blum tau naget apa daging atau ayam), saus bungkusan satu buah dan makanan cuci mulut pisang manis satu buah,”ungkap wali murid.
Salah seorang wali murid lainya yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan porsi yang diberikan kepada anak-anak.”Survei lah ke MBG Siulak Mukai tersebut. Dikit nian nasi, risol yg harga seribuan di jual diwarung, Naget satu Apakah memang seperti itu atau kami yang salah?”ucapnya kepada media jurnalpolisi.id sambil mengirimkan foto menu MBG pada hari rabu ini , dak jauh beda dgn kemaren kemaren menunya.
Menurutnya, program yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah tersebut seharusnya mampu memberikan asupan yang lebih memadai, terutama bagi siswa yang menjalani aktivitas belajar seharian apalagi anak anak usia dini dan TK.
Sorotan masyarakat semakin menguat setelah muncul informasi bahwa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani MBG di wilayah Siulak Mukai diduga merupakan milik salah seorang OPD Pemda Kabupaten Kerinci berinisial N (Sebagai Owner-nya) yang di percayakan pengurusannya kepada salah seorang yang bernama Arif atau RIANDA sebagai Kepala pengelola SPPI Dapur MBG,”menurut keterangan warga.
Hingga berita ini dipublish, yang namanya Arif di hubungi via telpon WhatsApp mengelak sebagai kepala Dapur MBG kec siulak mukai, pihak kepala pengelola SPPI Dapur MBG kec Siulak Mukai (SDR. RIANDA) sudah di WhatsApp blum ada respon, serta pihak terkait lainnya masih diupayakan konfirmasi untuk memberikan klarifikasi atas keluhan masyarakat tersebut, kami menunggu jawaban klarifikasi dari pengelola agar berita Ini berimbang. (Mul)



