Kutim jurnalpolisi.id
Di saat para siswa menunggu menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba di sekolah, ada satu proses penting yang lebih dulu dilakukan di dapur SPPG Polres Kutai Timur. Bukan memasak atau mengemas makanan, melainkan “sidang rasa” oleh tim kesehatan.
Selasa pagi (12/05/2026), suasana di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Kutim tampak berbeda. Tim Sidokkes bersama personel pengawasan internal melakukan pemeriksaan ketat terhadap seluruh menu MBG sebelum didistribusikan kepada 1.247 penerima manfaat.
Mulai dari warna makanan, aroma, rasa hingga tampilan fisik, semuanya diperiksa satu per satu melalui uji organoleptik untuk memastikan makanan benar-benar aman dan layak dikonsumsi para pelajar.
Menu yang diperiksa hari itu terdiri dari nasi putih, ayam serundeng, tumis wortel jagung, tempe mendoan hingga buah melon madu. Seluruh sajian dibedakan berdasarkan kategori porsi kecil, porsi besar, hingga menu khusus bagi penerima dengan alergi tertentu.
Terkait hal tersebut, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menjelaskan bahwa pengawasan makanan menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program MBG agar tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga aman dan sehat dikonsumsi.
“Seluruh makanan yang disiapkan telah melalui pemeriksaan mulai dari bentuk, warna, bau hingga rasa. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh menu layak dikonsumsi,” ungkap AKBP Fauzan Arianto.
AKBP Fauzan menegaskan proses distribusi MBG di Kutim kini tak hanya berfokus pada jumlah porsi, tetapi juga mulai menerapkan standar pengawasan pangan yang cukup ketat.
“Kami bahkan menyiapkan menu khusus untuk siswa dengan alergi makanan, agar penerima manfaat tetap mendapatkan asupan gizi yang aman,” tegasnya.
Sebanyak 1.247 penerima manfaat hari itu terdiri dari siswa TK Kemala Bhayangkari, SDN 011, SDN 015, serta para guru di masing-masing sekolah. Distribusi dilakukan menggunakan dua kendaraan operasional khusus MBG.
Sementara itu, Kepala SPPG Polres Kutim, Rizki Rahayu Purnama, menyampaikan evaluasi kualitas makanan akan terus dilakukan setiap hari agar program MBG benar-benar memberi manfaat maksimal bagi anak-anak di Kutai Timur.
“Bagi kami, makanan yang dibagikan bukan hanya harus cukup secara jumlah, tetapi juga harus terjamin kualitas dan keamanannya. Karena yang menerima adalah anak-anak yang membutuhkan asupan gizi sehat untuk tumbuh dan belajar,” ujarnya.
Dengan pengawasan ketat tersebut, dapur MBG Polres Kutim perlahan menunjukkan bahwa program ini bukan sekadar membagikan makanan gratis, melainkan upaya serius membangun generasi sehat dimulai dari dapur yang diawasi langsung oleh tim kesehatan.
( Alfian )