
BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur bersama TNI, pemerintah daerah, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar aksi penanaman ribuan bibit mangrove di kawasan Pantai Lamaru, Jalan Mulawarman, Balikpapan Timur, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan lingkungan berskala besar tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., bersama Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si. Turut hadir mendampingi Direktur Polairud Polda Kaltim Kombes Pol. Restika Pardamean Nainggolan, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltim, para Kapolres jajaran, unsur Forkopimda, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat dan komunitas peduli lingkungan.
Penanaman mangrove dilakukan secara serentak di sepanjang kawasan pesisir Pantai Lamaru sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya mitigasi dampak perubahan iklim. Selain berfungsi mencegah abrasi pantai, mangrove juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, menjadi habitat berbagai biota laut, serta membantu menyerap emisi karbon.
Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya berorientasi pada penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menegaskan komitmen Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup.
“Melalui kegiatan penanaman mangrove ini, kami ingin memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Mangrove memiliki fungsi strategis dalam menjaga garis pantai dari abrasi, melindungi ekosistem pesisir, serta menjadi salah satu solusi alami dalam menghadapi tantangan perubahan iklim,” ujar Kapolda.
Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat harus terus diperkuat guna menjaga kelestarian sumber daya alam bagi generasi mendatang.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan kebersamaan, kita dapat mewariskan lingkungan yang sehat dan lestari untuk masa depan,” katanya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Para peserta secara langsung menanam bibit mangrove di area pesisir yang telah disiapkan, sekaligus mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai benteng alami perlindungan kawasan pantai dari ancaman abrasi dan dampak perubahan iklim.
Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, kegiatan ini juga sejalan dengan program nasional pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam menjaga kawasan pesisir Kalimantan Timur yang memiliki peran strategis bagi keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Kalimantan Timur bersama Kodam VI/Mulawarman menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sinergi lintas sektor demi menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat pengabdian yang diusung dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pun diwujudkan tidak hanya melalui pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga melalui aksi konkret menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.
(Alfian)




