Kutai Timur jurnalpolisi.id
Dalam upaya memperkuat sinergi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Fauzan Arianto, menyambut kunjungan silaturahmi dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Kutai Timur.
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang kerja Kapolres Kutim, Jalan Bhayangkara No.1, Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Selasa (14/4/2026). Pertemuan ini turut dihadiri Wakapolres Kutim KOMPOL Ahmad Abdullah, jajaran pejabat utama Polres Kutim, Kepala Bidang Wasnas Kesbangpol Kutim, Widodo, Ketua FKDM Kutim Khoirul Arifin serta pengurus FKDM Kutim.
Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi serta membangun kolaborasi dalam deteksi dini berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah Kutai Timur.
Ketua FKDM Kutim, H. Khoirul Arifin, menyampaikan apresiasi atas sambutan Kapolres Kutim serta komitmen Polres dalam menjaga kondusifitas daerah. Ia menegaskan bahwa FKDM siap bersinergi sebagai mitra pemerintah dalam memberikan informasi awal terkait potensi gangguan di masyarakat.
“FKDM memiliki peran penting sebagai mata dan telinga pemerintah dalam deteksi dini dan mitigasi. Kami siap mendukung Polres Kutim demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” ujar Khoirul Arifin.
Sementara itu, Kabid Wasnas Kesbangpol Kutim, Widodo, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan TNI, Polri, serta instansi lainnya dalam menjalankan fungsi kewaspadaan dini di daerah.
“Kami dari bidang Wasnas Kesbangpol Kutim mohon dukungan yang sebesar-besarnya dari Polres Kutim agar kedepannya kita dapat bersinergi dan bekerja sama dengan baik,” ucap Widodo.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan pihaknya tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan wilayah. Diperlukan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, termasuk FKDM.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran FKDM sebagai mitra strategis dalam menjaga kamtibmas. Tantangan ke depan semakin kompleks, tidak hanya di dunia nyata tetapi juga di dunia maya, sehingga sinergi menjadi kunci utama,” tegas AKBP Fauzan Arianto.
AKBP Fauzan juga menyoroti berbagai isu yang menjadi perhatian bersama di Kutai Timur, seperti meningkatnya kasus narkoba, kekerasan terhadap perempuan dan anak, konflik agraria, hingga ancaman serangan hewan buas yang terjadi di beberapa wilayah.
“Sejak Agustus 2025 hingga saat ini, tercatat sudah 11 kasus serangan buaya, terutama di wilayah Bengalon. Ini menjadi perhatian serius dan perlu penanganan bersama dengan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Selain itu, Kapolres juga mengingatkan pentingnya deteksi dini terhadap potensi pergerakan massa menjelang aksi unjuk rasa yang direncanakan pada 21 April 2026 di Samarinda.
“Kami berharap FKDM dapat membantu memberikan informasi serta mengedukasi masyarakat agar dalam menyampaikan pendapat tetap sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres turut memaparkan berbagai program Polri, mulai dari dukungan terhadap ketahanan pangan melalui penanaman jagung, pembangunan Jembatan Merah Putih, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pembangunan dapur SPPG.
Tak hanya itu, layanan publik juga terus ditingkatkan melalui Hotline 110 serta inovasi “Lapor Pak Kapolres” sebagai sarana pengaduan langsung dari masyarakat.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dukungan media juga sangat penting untuk menyampaikan kinerja Polri secara transparan,” tutupnya.
( Alfian )