Banda Aceh. jurnalpolisi.id
Ricuh Berdarah di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh: Berawal dari Demo JKA, Berujung Pembacokan dan Gedung Pertanian Terbakar
Dari Keterangan yang dikumpulkan oleh Div. Investigasi Khusus JPN, Bentrokan antarmahasiswa di kampus Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh diduga dipicu perbedaan sikap soal aksi penolakan Pergub Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Konflik yang awalnya hanya saling sindir soal aksi demonstrasi, berubah menjadi penyerangan brutal hingga pembakaran fasilitas kampus pada Kamis dini hari, 21/5/2026.
Kericuhan disebut bermula saat BEM USK memutuskan tidak ikut demo penolakan Pergub JKA pada 11, 13, dan 18/5/2026. Keputusan itu ditolak sebagian mahasiswa, termasuk dari Fakultas Pertanian yang tetap turun aksi bersama Aliansi Rakyat Aceh.
Ketegangan memuncak pada 18 Mei malam ketika massa mendatangi sekretariat BEM USK dan terjadi pelemparan batu. Situasi semakin panas hingga Kamis dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, sekelompok massa menyerang area Fakultas Teknik menggunakan senjata tajam. Dua mahasiswa Teknik mengalami luka serius akibat sabetan celurit.
Tak lama setelah kabar pembacokan menyebar, ratusan mahasiswa Teknik disebut melakukan aksi balasan menuju Fakultas Pertanian. Karena lokasi sudah kosong, kemarahan massa dilampiaskan ke bangunan kampus hingga menyebabkan kebakaran besar di laboratorium, pos satpam, dan area parkir kendaraan.
Sedikitnya dua mobil dan empat sepeda motor dilaporkan hangus terbakar. Polisi kini menyelidiki kasus penganiayaan, perusakan, dan pembakaran yang terjadi di lingkungan kampus USK Banda Aceh. (*Tengku)