
BALIKPAPAN, jurnalpolisi.id
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA di Kota Balikpapan tahun ajaran 2026/2027 sempat mengalami kendala teknis pada hari pertama pendaftaran jalur Afirmasi dan Prestasi yang dibuka pada 22 Juni 2026. Namun demikian, proses pendaftaran kini tetap berjalan setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melakukan sejumlah penyesuaian jadwal dan sistem layanan.
Kepala SMA Negeri 1 Balikpapan yang juga menjabat Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Balikpapan, Drs. H. Zaenuri, menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat tingginya jumlah akses yang masuk secara bersamaan pada hari pertama pelaksanaan pendaftaran.
Menurutnya, kendala tersebut masih dapat dimaklumi karena tahun ini merupakan kali pertama pengelolaan aplikasi penerimaan murid baru ditangani langsung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui sistem yang terintegrasi.
“Pada hari pertama memang terjadi gangguan akses karena tingginya trafik pengguna. Setelah dilakukan evaluasi, pemerintah provinsi kemudian menyiapkan solusi dengan menerapkan jadwal akses pendaftaran yang berbeda untuk setiap kabupaten dan kota,” ujar Zaenuri kepada awak media, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, khusus untuk Kota Balikpapan, masyarakat diberikan kesempatan melakukan pendaftaran secara daring pada rentang waktu pukul 16.00 hingga 19.00 WITA.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk mengurangi beban server dan memastikan seluruh calon peserta didik tetap dapat mengakses sistem.
Meski waktu pendaftaran dibatasi sesuai jadwal, proses verifikasi berkas oleh sekolah tetap berlangsung sepanjang hari. Tim verifikator dari masing-masing sekolah tetap bekerja memeriksa dokumen dan data pendaftar yang telah masuk ke dalam sistem.
“Yang dijadwalkan hanya akses pendaftaran masyarakat. Sementara proses verifikasi tetap berjalan dan dilakukan oleh tim sekolah sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Sebagai dampak dari gangguan teknis yang terjadi pada awal pelaksanaan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memutuskan memperpanjang masa pendaftaran jalur Afirmasi dan Prestasi hingga 25–26 Juni 2026 agar hak seluruh calon peserta didik tetap terpenuhi.
Zaenuri menegaskan bahwa sekolah-sekolah juga diberikan ruang untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala administrasi maupun kesulitan mengakses sistem. Bahkan dalam beberapa kasus tertentu, tim sekolah melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan data calon peserta didik yang masuk kategori afirmasi.
“Kami tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik. Jika ditemukan kondisi khusus, misalnya calon peserta didik dari keluarga kurang mampu yang belum sempat melakukan pendaftaran atau verifikasi, maka sekolah akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya,” katanya.
Menurut Zaenuri, langkah tersebut dilakukan untuk menjamin bahwa program afirmasi benar-benar diterima oleh peserta didik yang berhak berdasarkan data dan kondisi riil di lapangan.
Terkait perkembangan jumlah pendaftar, Zaenuri menyebutkan kuota jalur prestasi akademik di SMA Negeri 1 Balikpapan hampir terpenuhi. Dari kuota sekitar 48 kursi yang tersedia, sebanyak 46 kursi telah terisi berdasarkan hasil verifikasi sementara.
“Dari data yang kami lihat hari ini, jalur prestasi akademik hampir mencapai kuota maksimal. Sementara untuk jalur afirmasi dan kategori lainnya masih terus dilakukan proses verifikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh tim di tingkat provinsi, cabang dinas pendidikan, maupun sekolah terus bekerja maksimal untuk memastikan proses penerimaan murid baru berjalan lancar dan transparan.
Zaenuri juga mengimbau masyarakat untuk aktif mencari informasi melalui kanal resmi sekolah, media sosial, layanan hotline, maupun datang langsung ke sekolah apabila membutuhkan penjelasan terkait proses pendaftaran.
“Kami berharap masyarakat tetap proaktif. Jika ada informasi yang kurang dipahami atau mengalami kendala dalam proses pendaftaran, silakan menghubungi sekolah atau layanan yang telah disediakan. Semua sekolah telah menyiapkan tim untuk memberikan pendampingan dan penjelasan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Dengan perpanjangan waktu pendaftaran dan optimalisasi sistem yang dilakukan pemerintah daerah maupun provinsi, diharapkan seluruh calon peserta didik dapat mengikuti proses penerimaan murid baru secara adil, transparan, dan tanpa hambatan berarti.
( Alfian)




