
LONG KALI – jurnalpolisi.id
Polsek Long Kali, Polres Paser, melakukan pemantauan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) dan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kecamatan Long Kali, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan personel Polsek Long Kali, Aiptu Maulidan dan Aiptu Khoirul Anam, dengan menyambangi sejumlah toko kelontong, minimarket, serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi kelangkaan maupun kenaikan harga yang tidak wajar di tingkat pedagang.
Dari hasil pemantauan, stok minyak goreng dan gula pasir secara umum masih tersedia.
Namun, terdapat variasi harga gula pasir di sejumlah pedagang, yakni berkisar Rp17.800 hingga Rp18.500 per kilogram.
Sementara itu, ketersediaan BBM jenis Pertamax di SPBU Long Kali terpantau sekitar 8.000 liter, sedangkan Dexlite mencapai sekitar 5.000 liter.
Adapun stok Pertalite untuk hari itu dilaporkan kosong.
Kondisi tersebut disebabkan adanya keterlambatan pengiriman dari agen distributor yang masih menjadi salah satu kendala dalam proses distribusi BBM.
Petugas juga mengingatkan para pedagang dan pengelola toko agar tidak melakukan penimbunan bahan pokok maupun praktik yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga secara tidak wajar.
“Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan mencegah adanya pihak yang memanfaatkan kondisi pasar untuk memperoleh keuntungan secara tidak wajar,” ujar petugas di lapangan.
Polsek Long Kali akan terus melakukan monitoring terhadap perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok serta BBM. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
( Alfian )




