
PASER jurnalpolisi.id
Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polsek Long Ikis, Polres Paser, menggelar Lomba Sumpit Paser Antar Desa yang berlangsung di halaman Mapolsek Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi langsung oleh Kapolsek Long Ikis, Iptu Slamet Hafidin, S.H., M.H., tersebut diikuti sebanyak 72 peserta yang merupakan perwakilan dari 25 desa dan satu kelurahan di Kecamatan Long Ikis. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta melestarikan budaya lokal Dayak Paser.
Pembukaan lomba dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), kepala desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan perusahaan, serta tamu undangan.
Dalam sambutannya, Kapolsek Long Ikis Iptu Slamet Hafidin menegaskan bahwa Lomba Sumpit Paser merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menjaga dan melestarikan budaya daerah sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi masyarakat dari seluruh desa di Kecamatan Long Ikis. Selain itu, kami ingin mengajak generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya Dayak Paser sebagai warisan leluhur yang harus dijaga bersama,” ujar Kapolsek.
Ia menambahkan, rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polsek Long Ikis tidak hanya menghadirkan kegiatan olahraga tradisional, tetapi juga berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti lomba domino, peresmian Rest Area Posma Dipasana, bakti sosial, khitanan massal, donor darah, serta pemberian santunan kepada anak yatim dan janda.
Acara pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan Tari Ronggeng dari Sanggar Danum Borneo Long Ikis. Selanjutnya, Kapolsek bersama unsur Forkopimcam membuka perlombaan secara simbolis dengan peniupan sumpit sebagai tanda dimulainya pertandingan.
Setelah melalui persaingan yang berlangsung sportif, panitia menetapkan para pemenang pada masing-masing kategori. Untuk kategori putra, juara pertama diraih M. Redha Ansari dari Desa Pait, disusul Sidik Abdul dari Desa Olung sebagai juara kedua, dan Aurel dari Desa Olung di posisi ketiga.
Pada kategori putri, Kezia dari Desa Atang Pait berhasil meraih juara pertama, sementara Fitri dari IPI Desa Lombok menjadi juara kedua, dan Fitri Nurjanah dari Desa Longgelang menempati posisi ketiga.
Adapun kategori kepala desa dan tokoh masyarakat dimenangkan oleh Nasrullah, Kepala Desa Sawit Jaya, sebagai juara pertama, diikuti Said Assegaf, Kepala Desa Teluk Waru, sebagai juara kedua, serta Sunarto, Kepala Desa Bukit Seloka, di posisi ketiga.
Panitia juga memberikan penghargaan untuk kategori busana terbaik kepada Kepala Desa Longgelang Try Suyono, Kezia Zefanya Samara dari Atang Pait sebagai busana terbaik putri, dan Gilang Lexa Marceuno dari Atang Pait sebagai busana terbaik putra.
Seluruh pemenang menerima trofi dan hadiah yang diserahkan langsung oleh Kapolsek Long Ikis.
Kapolsek berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menjaga eksistensi olahraga tradisional sumpit, tetapi juga memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, perusahaan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan serta melestarikan kearifan lokal.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 13.30 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar dengan antusiasme masyarakat yang tinggi sepanjang pelaksanaan acara.
(Alfian)




