Kutai Timur – jurnalpolisi.id
Aparat kepolisian dari Polsek Bengalon melakukan monitoring dan pengecekan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Minggu (10/5/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi praktik pengetapan bahan bakar minyak (BBM) serta mencegah potensi kelangkaan, sekaligus memastikan distribusi dan pelayanan kepada masyarakat berjalan tertib dan lancar.
Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pengecekan di sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Chica Madin di Desa Sepaso Selatan, SPBU DRS. H.M. Yapi di Desa Sepaso Barat, SPBU AKR di Desa Sepaso, serta SPBU Nuansa Tepian Baru di Desa Tepian Baru.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa stok BBM jenis Pertalite, Pertamax, Solar, dan Dexlite secara umum masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Petugas juga melakukan koordinasi serta wawancara dengan pengelola SPBU terkait distribusi dan jadwal pengiriman BBM dari Pertamina.
Selain itu, petugas memberikan imbauan kepada operator SPBU agar melayani konsumen sesuai ketentuan serta tidak melayani pengisian berulang yang berpotensi disalahgunakan oleh oknum pengetap BBM.
Dari hasil pemantauan di lapangan, situasi di seluruh SPBU wilayah Bengalon terpantau kondusif dan tidak ditemukan adanya kepanikan masyarakat atau panic buying terkait harga BBM non-subsidi. Meski demikian, kepolisian mencatat adanya kenaikan harga Dexlite dari sebelumnya Rp24.150 menjadi Rp26.600 per liter.
Kapolsek Bengalon, Asriadi, mengatakan bahwa kegiatan monitoring dilakukan secara rutin guna menjaga stabilitas distribusi BBM serta mencegah penyimpangan di lapangan.
“Kami terus melakukan pengecekan untuk memastikan stok BBM tetap tersedia dan distribusi berjalan lancar. Selain itu, kami juga mengantisipasi praktik pengetapan maupun penyalahgunaan pengisian BBM yang dapat merugikan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU serta instansi terkait guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Bengalon tetap aman dan kondusif.
( Alfian )