SANGATTA jurnalpolisi.id
Aksi damai yang digelar mahasiswa dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Kutai Timur berlangsung tertib dan kondusif, Rabu (6/5/2026). Polres Kutai Timur hadir memberikan pelayanan kepada para peserta aksi, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan lancar.
Aksi yang diikuti sekitar 50 orang mahasiswa dari Koalisi Darurat Pendidikan yang terdiri dari GMNI, PMII, dan BEM STIPER. Massa bergerak dari Kampus STIPER menuju Simpang Tiga Jalan Pendidikan sebagai titik awal penyampaian aspirasi.
Setibanya di lokasi, mahasiswa menyampaikan orasi terkait sejumlah isu pendidikan, di antaranya tuntutan transparansi dana hibah STIPER, kondisi fasilitas pendidikan yang dinilai belum memadai, serta desakan audit terhadap pengelolaan anggaran pendidikan.
Selanjutnya, massa aksi bergerak menuju Kantor Dinas Pendidikan Kutai Timur dan melanjutkan orasi serta penyampaian tuntutan. Dalam aksinya, mahasiswa juga menyuarakan penolakan terhadap program pengadaan bus listrik, meminta revitalisasi perpustakaan daerah, pemerataan anggaran pendidikan 20 persen, hingga evaluasi program sekolah rakyat.
Tiba di Kantor Bupati Kutai Timur mahasiswa kembali menyampaikan aspirasi. Aksi kemudian mendapat respons langsung dari Wakil Bupati Kutai Timur yang menemui massa dan berdialog secara terbuka.
Dalam penyampaiannya, Wakil Bupati Kutai Timur mengapresiasi kehadiran mahasiswa sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan di daerah.
“Kami memandang kehadiran adik-adik mahasiswa di sini sebagai representasi suara pelajar dan masyarakat Kutai Timur. Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan keberanian menyampaikan aspirasi,” ujarnya.
Terkait tuntutan yang disampaikan, pemerintah daerah memberikan sejumlah tanggapan. Di antaranya, program bus listrik disebut sebagai bagian dari visi-misi kepala daerah yang tetap akan dijalankan, meskipun saat ini masih dalam tahap uji coba. Sementara itu, pemerintah juga berkomitmen melakukan pembaruan fasilitas perpustakaan daerah serta membuka kemungkinan audit ulang terhadap dana hibah STIPER guna memastikan transparansi penggunaan anggaran.
Selain itu, pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya dalam pemerataan anggaran pendidikan, termasuk pembangunan infrastruktur pendidikan di wilayah pedalaman, serta menjamin transparansi anggaran yang telah mendapatkan pengakuan di tingkat provinsi.
Di sisi lain, Polres Kutai Timur melalui personel yang diterjunkan di sejumlah titik aksi memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan pendekatan humanis. Pengaturan lalu lintas, pengawalan rute aksi, serta koordinasi dengan koordinator lapangan dilakukan secara intensif guna mencegah gangguan kamtibmas.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk aksi penyampaian pendapat di muka umum.
“Kami dari Polres Kutai Timur hadir untuk memastikan kegiatan aksi berjalan aman, tertib, dan lancar. Pengamanan kami kedepankan secara humanis, serta tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi sikap kooperatif para mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta aksi yang telah menjaga ketertiban. Sinergi seperti ini penting agar penyampaian aspirasi dapat berjalan tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban umum,” tambahnya.
Aksi damai tersebut berakhir dengan penandatanganan pernyataan tuntutan oleh Wakil Bupati Kutai Timur.
( Alfian )