Tulungagung,- jurnalpolisi.id
2 Mei 2026 — Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti Balai Desa Ngunggahan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu (2/5/2026). Ratusan warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan Majelis Sema’an Al-Qur’an dan Dzikirul Ghofilin yang digelar dalam rangka tradisi tahunan Bersih Desa.
Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian tradisi bernuansa religius yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Acara diawali dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam rangkaian sema’an yang berlangsung khidmat. Selanjutnya, para jamaah mengikuti dzikir dan doa bersama (Dzikirul Ghofilin) sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus memohon keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan bagi seluruh warga desa.
Tradisi Bersih Desa Ngunggahan sendiri merupakan agenda tahunan yang telah dilaksanakan secara turun-temurun. Selain menjadi wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan serta memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa tradisi Bersih Desa yang dikemas dengan kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun harmoni sosial dan memperkuat keimanan masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi merupakan wujud nyata rasa syukur kepada Allah SWT, sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong dan kekompakan masyarakat Desa Ngunggahan dalam melestarikan tradisi positif ini,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Bandung, Kepala Desa Ngunggahan beserta perangkat desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan.
Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan pengajian yang disampaikan oleh Gus Sabut Panoto Projo dari Kediri, yang semakin menambah suasana religius dan memberikan siraman rohani bagi para jamaah yang hadir.