
Blora, jurnalpolisi.id
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blora mulai menggeber regenerasi kader. DPC PKB Blora menggelar pendidikan politik dan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKT) bagi calon Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan digelar di Pondok Pesantren Darul Musthofa, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Sejumlah pengurus dan kader PKB hadir dalam agenda yang menjadi bagian dari konsolidasi serta penataan kepemimpinan partai di tingkat kecamatan.
Yang menarik, calon Ketua DPAC PKB ditetapkan maksimal berusia 35 tahun. Ketentuan ini menjadi penanda kuat bahwa PKB Blora tengah membuka ruang lebih lebar bagi generasi muda untuk memegang kendali organisasi.
Ketua DPC PKB Blora Dr. H. Arief Rohman turut hadir. Selain jajaran pengurus dan kader, hadir pula 11 anggota DPRD Blora dari Fraksi PKB serta Abdullah Aminudin, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Dapil V.
Pendidikan politik dan UKT bukan sekadar agenda seremonial. Para calon Ketua DPAC dipersiapkan untuk memahami arah perjuangan partai, memiliki wawasan politik, kemampuan organisasi serta kapasitas kepemimpinan sebelum nantinya dipercaya memimpin struktur di tingkat kecamatan.
Di balik pembatasan usia tersebut, ada target politik yang cukup jelas: mendekatkan PKB dengan generasi Z dan pemilih muda.
Gen Z merupakan kelompok pemilih yang semakin penting. Mereka hidup di tengah arus informasi digital, cepat menangkap isu, kritis terhadap figur politik dan cenderung mempertanyakan apa yang benar-benar ditawarkan partai kepada masyarakat.
Karena itu, figur Ketua DPAC yang masih muda diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara PKB dan generasi baru di masing-masing wilayah kecamatan.
Namun, usia muda bukan jaminan otomatis. Maksimal 35 tahun hanyalah tiket masuk. Setelah itu, kapasitas dan kemampuan bekerja yang akan diuji.
Melalui pendidikan politik dan UKT, PKB Blora tampaknya ingin memastikan regenerasi tidak berhenti pada pergantian wajah dalam struktur organisasi.
Kader muda diberi ruang untuk tampil. Tantangannya kini adalah membuktikan apakah mereka mampu menjadi mesin organisasi yang aktif, komunikatif dan efektif merebut perhatian Gen Z, tanpa kehilangan akar politik PKB di tengah masyarakat.
Regenerasi sudah dimulai. Panggung sudah dibuka. Kini publik menunggu, siapa kader muda yang benar-benar mampu membawa DPAC PKB Blora bergerak lebih cepat.
(Yanto)




