BALIKPAPAN – jurnalpolisi.id
Kegiatan Ibadah dan Perayaan Paskah 2026 yang dirangkaikan dengan Family Gathering Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 Wadah Koordinasi (Wakor) Maesa Kota Balikpapan berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana kekeluargaan di Bukit Doa Kalimantan, Balikpapan Selatan, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Dalam Kebersamaan, Tumbuh dalam Kekeluargaan” tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari pengurus, anggota, serta keluarga besar Wakor Maesa dari berbagai wilayah di Kota Balikpapan.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Penasehat Wakor Maesa Kolonel Inf (Purn) J. Mandagi, tokoh senior Dr. S.J. Karundeng, Ketua Umum Wakor Maesa Yanny Kojongian, jajaran pengurus organisasi, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Kawanua.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah syukur Paskah yang dipimpin oleh Pdt. M. Sondakh, dilanjutkan dengan laporan panitia, sambutan-sambutan, serta seremoni peringatan HUT ke-42 Wakor Maesa. Suasana semakin hangat dengan kegiatan ramah tamah, makan bersama, hingga family gathering yang diisi berbagai permainan dan hiburan.
Ketua Umum Wakor Maesa Kota Balikpapan, Yanny Kojongian, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Paskah dan ulang tahun organisasi menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan solidaritas antaranggota.
“Di usia ke-42 ini, Wakor Maesa terus berkomitmen menjaga nilai kebersamaan, saling menopang, serta menjadi wadah bagi generasi muda untuk tumbuh dan berkontribusi bagi Kota Balikpapan,” ujarnya.
Sementara itu, Penasehat Wakor Maesa, Kolonel Inf (Purn) J. Mandagi, mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan marwah organisasi di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Kebersamaan yang dibangun harus dilandasi kekeluargaan yang tulus. Wakor Maesa diharapkan terus menjadi bagian dari solusi serta menjaga kerukunan di Kota Balikpapan,” katanya.
Selain sebagai bentuk perayaan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antaranggota dan keluarga besar Wakor Maesa, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Hal ini tidak terlepas dari sinergi antara panitia, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan dalam menjaga kelancaran kegiatan.
Momentum ini diharapkan dapat terus mempererat hubungan sosial dan memperkuat kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam menciptakan suasana harmonis di Kota Balikpapan.
( Alfian )