
Teluk Lecah jurnalpolisi.id
Pengabdian KUKERTA Berdampak UNRI Lestarikan Permainan Tradisional Melayu Melalui Tournament Gasing di Desa Teluk Lecah
Teluk Lecah, 19 Juli 2026 – Tim Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau (UNRI) menggelar program pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Tournament Gasing sebagai upaya melestarikan permainan tradisional Melayu di Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Juli 2026, di Lapangan 2 Parit Bengkalis.
Tournament tersebut diikuti oleh 36 peserta dari kalangan masyarakat Desa Teluk Lecah. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menjaga kelestarian permainan tradisional Melayu sekaligus mempererat kebersamaan dan silaturahmi antarwarga.
Program ini bertujuan meningkatkan minat masyarakat dalam melestarikan budaya lokal, memperkenalkan permainan gasing kepada generasi muda, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga warisan budaya Melayu agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Technical Meeting (TM) yang dilaksanakan pada Kamis malam (16/7) sebagai persiapan pelaksanaan pertandingan. Tournament kemudian resmi dibuka pada Jumat siang (17/7) oleh pembawa acara, Nabila Syakira Yusuf. Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pelaksana Tournament Gasing, M. Noufal Al Rofi, yang merupakan anggota Tim KUKERTA Berdampak Universitas Riau, serta pelemparan gasing secara simbolis oleh Kepala Dusun Mekar Sari, Sipil, sebagai tanda dimulainya pertandingan.
Dalam sambutannya, Noufal menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pelestarian permainan tradisional Melayu.
“Tournament ini kami selenggarakan bukan hanya untuk mencari juara, tetapi juga untuk melestarikan permainan tradisional gasing yang merupakan warisan budaya Melayu. Melalui gasing, kita ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong, sportivitas, dan kebanggaan generasi muda Teluk Lecah terhadap budaya sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Teluk Lecah, Ali Nasikin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Tim KUKERTA Berdampak UNRI dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, tournament gasing memberikan dampak positif bagi masyarakat karena selain menjadi sarana hiburan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa KUKERTA dengan masyarakat setempat.
“Permainan gasing merupakan salah satu permainan tradisional yang masih digemari masyarakat Desa Teluk Lecah. Kehadiran mahasiswa melalui kegiatan ini menjadi bentuk dukungan dalam menjaga budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ungkapnya.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Sutri Sugandari. Pertandingan kemudian berlangsung dengan meriah dan penuh semangat. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas, kebersamaan, dan semangat persaudaraan. Antusiasme masyarakat yang hadir sebagai penonton turut menambah semarak jalannya tournament.
Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan mendapat respons positif dari masyarakat. Tingginya partisipasi peserta dan dukungan warga menunjukkan bahwa permainan gasing masih memiliki tempat di hati masyarakat Desa Teluk Lecah. Tournament ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas budaya Melayu di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui program ini, Tim KUKERTA Berdampak Universitas Riau menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui pelestarian budaya lokal. Tournament Gasing menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pelestarian warisan budaya Melayu sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat selama pelaksanaan KUKERTA di Desa Teluk Lecah kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis( Asmadi)




